Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
MALANG, SWARAJOMBANG.COM – Di balik jeruji tahanan Polresta Malang Kota, Dr. Imam Muslimin, atau yang akrab disapa Yai Mim, mantan dosen UIN Malang yang selalu ramah di lingkungannya, tiba-tiba ambruk Senin (13/4/2026) pukul 13.45 WIB.
Sosok yang dulu dikenal hangat dalam diskusi agama dan kehidupan sehari-hari itu dinyatakan meninggal dunia di RS Saiful Anwar, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetangga, dan para pengagumnya yang masih bertanya-tanya: bagaimana perseteruan sederhana bisa berujung se tragis ini?
Yai Mim, yang mengundurkan diri dari Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang setelah video pertengkarannya dengan tetangga viral, sedang menanti pemeriksaan saat tubuhnya lemas.
Jenazahnya sempat divisum di rumah sakit, tapi polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya. Yang jelas, kepergiannya menutup babak panjang konflik tetangga yang membesar jadi kasus hukum berat.
Akar Perseteruan
Semua bermula dari sengketa lahan kecil di Kavling Depag III Atas, Merjosari, Lowokwaru, Malang, akhir 2024 hingga 2025. Yai Mim mengklaim jalan depan rumahnya wakaf pribadi, tapi tetangganya, Nurul Sahara, dan warga sekitar menolak.
Video ribut mereka meledak di media sosial, mengubah pertikaian rumahan jadi panggung publik yang penuh emosi.
Awalnya, keduanya saling lapor pencemaran nama baik ke Polresta Malang akhir September 2025. Yai Mim merasa dizalimi, bahkan melapor lagi 7 Oktober atas dugaan penistaan agama dan persekusi oleh warga. Tapi Sahara membalas di Oktober dengan laporan pelecehan seksual—verbal dan fisik, katanya terjadi empat kali—plus dugaan pornografi dari video pribadi yang menyeret nama Yai Mim.
Eskalasi Hukum
Polisi gerak cepat. November-Desember 2025, mereka periksa saksi dan psikologis Sahara, lalu naikkan ke penyidikan 13 November. Gelar perkara Januari 2026 akhiri dengan penetapan Yai Mim tersangka pornografi dan asusila pada 6-7 Januari—berdasar video bukti yang mereka pegang. Tanggal 19 Januari, ia ditangkap dan ditahan di Rutan Polresta Malang, khawatir hilangkan bukti atau ulangi perbuatan.
Selama tahanan, Yai Mim diperiksa kesehatan rutin. Tak lama sebelum wafatnya, tensi darahnya 110/80, dinyatakan sehat. Tapi saat hendak ke ruang penyidik 13 April, ia ambruk di depan sel. Dibawa ke RSSA, tim medis tak bisa selamatkan. “Tak ada tanda sakit sebelumnya,” kata polisi.
Jenazah Yai Mim dibawa ke Blitar, kampung halamannya di Dusun Wonorejo, Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu.
Di sana, ia dimakamkan, meninggalkan keluarga yang berduka dan masyarakat yang terbelah: ada yang bela Yai Mim sebagai ulama ramah, ada pula yang tunggu hasil visum. Kisah ini ingatkan kita, betapa rapuhnya hubungan tetangga di balik pagar rumah.
-
Awal konflik tetangga (akhir 2024–2025)
-
Perseteruan bermula dari sengketa lahan/jalan di depan rumah di kawasan Kavling Depag III Atas, Kelurahan Merjosari, Lowokwaru, Malang, antara Yai Mim dengan tetangganya, Nurul Sahara.
-
Konflik memanas dan terekam video, lalu viral di media sosial sehingga menjadi konflik publik.
-
-
Saling laporan dugaan pencemaran nama baik (akhir September 2025)
-
Sahara dan Yai Mim saling melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polresta Malang Kota.
-
Yai Mim mengklaim jalan di depan rumahnya adalah wakaf miliknya, sedangkan warga sekitar menolak argumen itu.
-
-
Yai Mim lapor dugaan penistaan agama dan persekusi (7 Oktober 2025)
-
Yai Mim kembali melapor ke polisi atas dugaan penistaan agama dan persekusi oleh warga sekitar, termasuk Sahara.
-
Laporan ini diperkuat narasi bahwa ia merasa dizalimi dan di‑bully massa di lokasi perumahan.
-
-
Sahara laporkan dugaan pelecehan seksual dan pornografi (Oktober 2025)
-
Sahara dan kuasa hukumnya, M Zakki, melaporkan Yai Mim ke Polresta Malang Kota atas dugaan pelecehan seksual dan pornografi, dengan klaim kejadian hingga empat kali.
-
Laporan ini mengarah pada dugaan kekerasan seksual verbal dan fisik, serta penyebaran video pribadi bernuansa pornografi yang disebut libatkan Yai Mim.
-
-
Penyelidikan dan gelar perkara (November–Desember 2025)
-
Polresta Malang Kota memeriksa sejumlah saksi, termasuk hasil pemeriksaan psikologis terhadap Sahara sebagai bagian alat bukti.
-
Perkara resmi naik ke tahap penyidikan pada 13 November 2025.
-
-
Penetapan tersangka kasus pornografi dan asusila (6–7 Januari 2026)
-
Setelah gelar perkara, penyidik Polresta Malang Kota menetapkan Yai Mim sebagai tersangka kasus dugaan pornografi dan asusila.
-
Polisi mengklaim punya barang bukti berupa video yang mengarah ke pornografi yang terkait dengan Yai Mim.
-
-
Penahanan dan penangkapan (19 Januari 2026)
-
Yai Mim ditangkap dan ditahan di Rutan Polresta Malang Kota karena dikhawatirkan akan menghilangkan bukti atau mengulangi perbuatan.
-
Ia menjalani serangkaian pemeriksaan intensif terkait kasus pelecehan seksual dan pornografi.
-
-
Pemeriksaan kesehatan rutin saat tahanan
-
Sebelum hari kematiannya, Yai Mim sempat diperiksa kesehatan oleh Tim Dokkes Polresta Malang Kota; hasilnya tensi 110/80 dan kondisi secara umum dinyatakan baik.
-
-
Meninggal saat mau diperiksa lagi (13 April 2026)
-
Pada Senin, 13 April 2026, sekitar pukul 13.45 WIB, Yai Mim hendak dibawa ke ruang penyidik Satreskrim untuk diperiksa.
-
Saat berjalan keluar sel, ia tiba‑tiba ambruk dan lemas, lalu langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
-
Tim medis menyatakan Yai Mim tidak tertolong dan menyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit; polisi menyatakan tak ada indikasi gangguan kesehatan sebelum kejadian.
-
-
Penguburan di kampung halaman
-
Jenazah Yai Mim kemudian dibawa ke Blitar dan dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Wonorejo, Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. **
-











