Menu

Mode Gelap

Nasional

Anak Usia Kurang 10 Tahun Waspada Campak

badge-check


					Penyakit campak Perbesar

Penyakit campak

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat sebanyak 126 kasus suspek campak hingga Maret 2026.

Dokter Billy Daniel Messakh Kepala Dinkes Kota Surabaya menyebut, semua kasus terduga campak atau suspek campak itu dalam pemantauan dan penanganan.

“Sampai bulan Maret ini, ada 126 suspek campak,” ungkapnya pada Rabu (8/4/2026).

Untuk memastikan kasus suspek terkonfirmasi campak, perlu pemeriksaan laboratorium.

Kasus suspek mayoritas terjadi pada anak-anak kurang dari 10 tahun yang lebih rentan dan belum memiliki kekebalan tubuh atau imunisasi lengkap.

Dari seluruh suspek, satu di antaranya sedang menjalani rawat inap di rumah sakit. “Dengan kondisi klinis stabil, sementara kasus lainnya melakukan rawat jalan dan dalam pantauan Puskesmas setempat,” bebernya.

Ia minta masyarakat mewaspadai gejala campak yang umumnya demam, batuk, pilek, mata merah atau berair, serta ruam kemerahan di wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

“Masyarakat perlu waspada karena jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti diare berat, radang paru/pneumonia, infeksi telinga, hingga peradangan otak yang berisiko fatal,” jelasnya.

Penyebab utamanya karena tertular infeksi virus campak melalui percikan droplet.

“Risiko penularan akan lebih tinggi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau memiliki kekebalan tubuh yang rendah,” paparnya lagi.

Untuk penanganan, pemkot melakukan penyelidikan epidemiologi, pelacakan kontak, meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, dan lain-lain.

“Masyarakat dapat memperoleh layanan imunisasi Campak secara gratis di Puskesmas, Posyandu, maupun Fasyankes lainnya. Cukup membawa anak atau anggota keluarga sesuai sasaran imunisasi dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Untuk pencegahan, Pemkot Surabaya juga meningkatkan deteksi dini kasus di fasyankes, hingga koordinasi lintas sektor untuk pengendalian penyakit menular.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Emil Dardak: 411 Aset Pemprov Diproteksi dari Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:16 WIB

TPPU Rp237 M Libatkan Pejabat, Jenderal dan Ulama: Gus Yazid Cabut Keterangan BAP Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 15:13 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:45 WIB

Pendukung Mengamuk di PN Tipikor Semarang saat Jaksa Ajukan Tuntutan 8 Tahun dan 6 Bulan terhadap Sudewo

21 September 2026 - 22:25 WIB

Jejak Gatot Heroe Pejabat BC Garong Negara: Simpan Valuta Rp2,8 M di Plafon Rumah Madyopuro Malang

21 September 2026 - 21:03 WIB

Bahlil Siapkan Strategi Olah Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:21 WIB

Walikota Tebingtinggi Copot 5 Kepsep SDN, karena Tolak Serahkan Proyek Revitalisasi Senilai Rp2,44 M

21 September 2026 - 18:16 WIB

Diduga Gunakan Sistem Ponzi Rekrut 4.000 Jamaah Umrah, PT Annisa Ahmada Wajib Kembalikan Dana Rp120 M

21 September 2026 - 10:36 WIB

100 Tahun Pondok Gontor, KH Abdullah Sahal: Bapak Presiden, Kami Tetap Memilih Pendidikan!

20 September 2026 - 23:48 WIB

Trending di Nasional