Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Kena Masalah Daya Beli, Dealer Mobil Berguguran

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor:  Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Fenomena penutupan sejumlah dealer otomotif belakangan ini menjadi sorotan. Namun, industri menilai persoalan utamanya bukan pada merek, melainkan melemahnya daya beli masyarakat.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan, penurunan penjualan terjadi secara menyeluruh di pasar otomotif nasional. Kondisi ini diperparah dengan kehadiran pemain baru yang ikut meramaikan pasar.

“Yang jelas kelihatan memang ada penjualan menurun secara keseluruhan. Sementara di sisi lain lagi memang ada banyak pemain baru yang juga masuk,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2026).

Meski demikian, Kukuh menegaskan penurunan ini tidak berkaitan dengan kekuatan merek (brand) tertentu.

“Turunnya itu bukan karena masalah brand-nya, tapi lebih cenderung ke daya belinya yang sedang menurun,” katanya.

Situasi ini berdampak langsung terhadap keberlangsungan bisnis dealer di lapangan. Tanpa permintaan yang kuat, operasional menjadi sulit dipertahankan.

“Ya daya belinya harus balik dulu. Kita bikin kalau nggak ada yang beli ya tokonya nggak mungkin bertahan. Nggak mungkin untuk memproduksi terus kalau nggak ada yang beli,” tegasnya.

Kondisi ini juga dipengaruhi oleh kenaikan harga, yang berasal dari tekanan biaya produksi seperti bahan baku dan energi. Kenaikan harga tersebut semakin menekan kemampuan konsumen untuk membeli kendaraan baru.

Di sisi lain, perubahan struktur pasar dengan masuknya pemain baru turut meningkatkan persaingan. Hal ini membuat dealer harus beradaptasi dengan strategi yang lebih agresif untuk bertahan.

Namun Kukuh menilai pemulihan tetap bergantung pada faktor utama, yakni daya beli masyarakat.

“Kalau daya beli belum pulih, ya industri juga akan berat untuk tumbuh kembali,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Beras Fortifikasi Menyumbang Kenaikan Harga

21 September 2026 - 19:06 WIB

Kuwalahan Permintaan, FIlipina Stop Ekspor Ubi Ungu, Peluang Emas Indonesia

20 September 2026 - 18:32 WIB

Harga Emas Jadi Rp2,623 Juta Per Gram, Naik Rp25.000

18 September 2026 - 20:31 WIB

PPn Dipastikan 11 Persen, Tidak Naik

18 September 2026 - 20:11 WIB

Pajak Market Place Mulai 1 November 2026

17 September 2026 - 16:30 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026, Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik

13 September 2026 - 19:24 WIB

Seminggu Harga Emas Melemah Rp33 Ribu/Gram

13 September 2026 - 19:13 WIB

Harga Cabai Melonjak, Bapanas Upayakan FDP

13 September 2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya Terima 3.283 Aduan Desil

9 September 2026 - 19:12 WIB

Trending di Ekonomi