Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
SIDOARJO, SWARAJOMBANG.COM – Suara gemuruh mirip ledakan bom terjadi pukul 14.30 WIB, Senin 6 April 2026, mengguncang Desa Janti, Waru, Sidoarjo.
Dentuman besar itu berasal dari PT Great Wall Steel (GWS) itu terdengar hingga lima kilometer jauhnya, bahkan sampai Surabaya, disertai asap hitam pekat dan bau belerang menyengat yang membuat warga berlarian panik.
Serpihan besi beterbangan liar ke pemukiman, meninggalkan luka dalam: satu pekerja tewas, dua lainnya bergulat nyawa di rumah sakit.
Bayangkan Prayono (27), operator las blender, yang sedang memotong drum besi tua setinggi 1,5 meter di area scrap yard pabrik. Saat alat lasnya menyentuh material, reaksi kimia misterius memicu ledakan dahsyat.
“Saya merasa dada seperti ditabrak truk,” cerita Prayono dari ranjang RS Pondok Chandra, di mana ia dirawat karena luka parah di dada akibat benturan utama.
Rio (17), kernet remajanya, tak luput dari serpihan besi yang melukai tubuhnya. Korban ketiga, berinisial R (identitas lengkap masih dikonfirmasi polisi), tewas seketika—meningkatkan total korban menjadi tiga, seperti dilaporkan Ketua RW 02 Janti, Sukarni.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Christian Tobing, tiba cepat di lokasi bersama Kapolsek Waru AKP Miftahul Amin.
“Ini dugaan kecelakaan kerja murni, tanpa unsur pidana,” tegasnya sambil mengawasi tim Jibom Den Gegana Satbrimob Polda Jatim yang memimpin sterilisasi.
Sekitar 20 personel gabungan Polresta Sidoarjo dan Polsek Waru mengamankan TKP, memastikan tak ada ancaman lanjutan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, memimpin operasi tersebut, sementara operasional pabrik dihentikan total untuk penyelidikan mendalam.
Alur Ledakan yang Mematikan
-
14.30 WIB: Prayono dan Rio mulai memotong besi tua di scrap yard.
-
Detik Kritis: Las blender memicu tekanan internal atau reaksi kimia; ledakan melempar material hingga pemukiman warga.
-
Respons Darurat: Korban dievakuasi ke RS Mitra Keluarga Waru dan RS Pondok Chandra; polisi dan Gegana tiba, sterilisasi dilakukan.
Meski tak ada kerusakan besar pada rumah warga, insiden ini seperti tamparan keras bagi industri pengolahan besi tua di Sidoarjo. Risiko tersembunyi di balik las dan scrap yard—tekanan gas terperangkap, bahan kimia tak terduga—kini jadi sorotan.
PT GWS menyebut ledakan terbatas di area mereka, tapi penyelidikan polisi terus berlanjut untuk ungkap penyebab pasti. **











