Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Akibat dilewati sekitar 17.000 kendaraan pada Minggu pagi, 22 Maret 2026, Tol Mojokerto–Kertosono (jomo) mengalami kemacetan parah dengan antrian kendaraan memanjang lebih dari 5 kilometer.
Kondsisi ini mengejutkan banyak pengguna jalan. Berdasarkan pantauan lapangan hari kedua Lebaran 2026 (H+2), kemacetan parah mulai terlihat sejak pagi hingga siang, dengan antrean dari exit tol Bandarkedungmulyo mencapai 4-5 km.
Puncak kepadatan diprediksi berlangsung sepanjang hari Minggu hingga Senin (24/3/2026), akibat arus balik mudik yang melonjak.
Kondisi ini terjadi di tengah puncak arus balik Lebaran 2026, di mana volume kendaraan di ruas tol Jawa Timur meningkat signifikan, seperti tercatat 171 ribu kendaraan melintas Tol Jombang-Mojokerto hingga H-6 Lebaran.
Kemacetan serupa juga dilaporkan di Bandar-Kedungmulyo arah Kertosono akibat banjir, dengan antrean sejak exit tol Bandar. Arus mudik dari Surabaya ke arah timur sudah melonjak, termasuk 129.500 kendaraan di Tol Surabaya-Mojokerto.
Antrian panjang ini bukan hanya karena volume mudik tinggi, tapi juga faktor seperti banjir dan titik rawan seperti pertigaan Mengkreng yang historically memicu kemacetan mengular hingga tol. Situasi viral di media sosial, termasuk Instagram, menunjukkan kejutan warga Surabaya atas kondisi tak terduga ini.
Mengkreng
Penyebab utama kemacetan di pertigaan Mengkreng adalah pertemuan arus lalu lintas dari tiga kabupaten—Jombang, Nganjuk, dan Kediri—yang menciptakan simpul krusial saat volume kendaraan melonjak, seperti pada arus balik Lebaran.
Perlintasan kereta api sebidang sebanyak 34 kali sehari (setiap 40 menit) menghentikan lalu lintas selama 3-5 menit, menyebabkan penumpukan kendaraan.
Lokasi persimpangan tepat setelah exit Tol Bandar Kedungmulyo menambah kepadatan, ditambah aktivitas terminal bayangan, toko oleh-oleh Braan, dan kurangnya lampu lalu lintas.
Pada 22 Maret 2026, kemacetan ini berkontribusi pada antrian lebih dari 5 km di Tol Mojokerto-Kertosono, diperparah banjir di perlintasan Plosorejo dan puncak mudik. Polisi kerap terapkan contraflow dan pengalihan arus untuk mengurai.
Pihak pengelola tol yang biasanya memberikan penjelasan resmi terkait kemacetan di Tol Mojokerto–Kertosono adalah PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI), operator ruas tersebut.
MHI sering menyampaikan update melalui supervisor gerbang tol atau juru bicara operasional, seperti saat mudik Lebaran sebelumnya ketika mereka laporkan volume kendaraan harian mencapai 12 ribu unit.
Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali untuk pemetaan titik rawan macet dan bencana, termasuk banjir di ruas ini. Informasi terkini bisa dipantau via CCTV resmi di situs Bina Marga atau akun PT Jasamarga.
Untuk kemacetan 22 Maret 2026, belum ada statement spesifik dari MHI di berita pagi ini, tapi pola sebelumnya tunjukkan mereka bekerja sama dengan Polri untuk contraflow dan pengurangan beban. **











