Menu

Mode Gelap

Headline

Tanggul Kali Sadar Jebol Rendam 536 Rumah, Seribu Warga di Tiga Kecamatan Mojokerto Tidak Bisa Lebaran

badge-check


					BPBD Kabupaten Mojokerto bekerja keras untuki memberikan pertolongan dan evkuasi kepada warga yang membutuhkan saat sungai Sadar, meluap akibat hujan deras saat malam takbir hingga Lebaran hari pertama, Kamis-Jumat (19-20 Maret) 2026. Foto: Instagram@updatemojokerto Perbesar

BPBD Kabupaten Mojokerto bekerja keras untuki memberikan pertolongan dan evkuasi kepada warga yang membutuhkan saat sungai Sadar, meluap akibat hujan deras saat malam takbir hingga Lebaran hari pertama, Kamis-Jumat (19-20 Maret) 2026. Foto: Instagram@updatemojokerto

Penulis: Gandung Kardiyono  |  Editor Priyo Suwarno

MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM– Hampir seribu warga penghuni 536 rumah di tiga kecamatan wilayah kabupaten Mojokerto, Jawa Timur terendam banjir akibta hujan deras pada saat malam Takbiran sampai Lebaran hari pertama Kamis – Jumat (19-20 Maret 2026).

Tingga genangan air rata-rata genangan ketinggian air mencapai sekitar 30–80 cm, bahkan ada yang mendekati seperut orang dewasa.

Banjir  disebabkan oleh kombinasi hujan curah tinggi berlangsung cukup lama dan lemahnya kapasitas saluran air serta sungai setempat, khususnya di sekitar Sungai Sadar dan daerah hilir Bangsal–Mojoanyar.

Kalaksa (Kepala Pelaksana) BPBD Kabupaten Mojokerto Ir. Rinaldi Rizal Sabirin, S.T., M.BA. menyampaikan informasi terkait data banjir dan dampak yang terjadi selama dua hari dihantam banjnir.

Ia menyebutkan hujan deras sejak Jumat malam (20 Maret 2026) menyebabkan debit Sungai Sadar meningkat drastis, sehingga tanggul sungai jebol di beberapa titik dan air melimpah ke permukiman warga.

Curah hujan tinggi ini juga memperluas genangan ke beberapa desa seperti Jumeneng, Tinggar Buntut, dan sejumlah desa di Kecamatan Bangsal dan Mojoanyar, dengan ratusan rumah terendam saat Lebaran.

Pintu air (dam/air sungai) tersumbat sampah dan potongan kayu, ditambah bentang pintu air yang sempit, sehingga aliran air tidak lancar dan banjir sulit surut.

Selain itu, adanya pendangkalan sungai, penyempitan drainase, dan aktivitas permukiman di sekitar bantaran sungai memperburuk luapan dan menghambat sirkulasi air.

Pernyataan lengkap Rinaldi Rizal Sabirin (Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto) tentang banjir ini tidfak disampaikan secara utuh, melainkandapat  tetapi dapat ditemukan beberapa potongan yang terangkum sebagai berikut:

Ia menyebut banjir di 4 desa (Jumeneng, Tinggar Buntut, Kedung Gempol, Jotangan) merendam 536 rumah warga, dengan sebagian ketinggian air di jalan kampung mencapai 60–80 cm dan di dalam rumah 20–30 cm.

  • Ia menjelaskan bahwa di Desa Jumeneng, banjir melanda Dusun Kuripan dan Balongcangkring, merendam puluhan rumah, menyebabkan ratusan jiwa terdampak, serta menggenangi sekitar 22 hektare sawah.

  • Di Desa Tinggar Buntut (Bangsal), ia menyatakan banjir melanda Dusun Buntut dan Tinggar, dengan total 330 rumah dan sekitar 970 jiwa terdampak, termasuk 124 lansia (usia 58–88 tahun) dan 57 balita (usia 1–5 tahun).

  • Di Desa Kedung Gempol, ia menyebut banjir menggenangi 10 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 10 cm di rumah dan 20 cm di jalan kampung, serta merendam 21 hektare lahan pertanian.

  • Di Desa Jotangan, ia menyampaikan bahwa 50 rumah terendam, dan beberapa warga mengungsi ke balai desa atau rumah kerabat karena kondisi banjir jelang Lebaran.

  • Ia juga menjelaskan bahwa tren air sudah mengalami penurunan, meski sebagian permukiman masih tergenang, dan BPBD bersama Dinas PUPR serta masyarakat terus melakukan pembersihan sumbatan di pintu air (dam) Sungai Sadar dan perbaikan tanggul yang jebol.

Secara ringkas, Rinaldi menekankan bahwa jumlah rumah terdampak mencapai 536, ratusan jiwa terkena banjir, termasuk lansia dan balita, serta banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Sadar dan sumbatan pintu air akibat sampah, sambil memastikan bahwa penanganan dan penurunan air sudah berlangsung.

Desa Kecamatan Jumlah rumah terdampak Catatan singkat
Jumeneng Mojoanyar 146 rumah Tanggul Sungai Sadar jebol, sebagian warga mengungsi.
Tinggar Buntut Bangsal 330 rumah Dua dusun parah, banyak warga tak bisa berlebaran normal.
Kedung Gempol Mojosari 10 rumah  Genangan akibat luapan sungai dan pintu air tersumbat.
Jotangan Mojosari 50 rumah  Warga mengungsi ke balai desa dan rumah kerabat.

Sumber: rekaman digital

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertama Kali Dalam Sejarah, KPK Beri Status Tahanan Rumah kepada Yakut Qoumas sejak 19 Maret 2026

22 Maret 2026 - 10:45 WIB

Insiden Ledakan Petasan di Gudo dan Ngoro Jombang, Delapan Anak dan Remaja Alami Luka-luka

21 Maret 2026 - 23:44 WIB

Mantan Menag Yaqut Quomas Tidak Ikut Salat Ied di KPK, Ini Bocoran Info Istri Ebenezer

21 Maret 2026 - 22:51 WIB

Target Hemat 20 % BBM, Pemerintah segera Mengatur ASN Lakukan WFH Sehari Dalam Sepekan

21 Maret 2026 - 16:52 WIB

Sopir Tewas di Tempat 24 Penumpang Luka-luka, Akibat PO Agra Mas Tabrak Truk di Tol Ngawi

21 Maret 2026 - 15:32 WIB

26,7 Kg Sabu Dalam Ban Serep Bersama Pajero Naik Towing, Hasil Operasi Ketupat Polisi di Cileungsi

21 Maret 2026 - 14:48 WIB

Bocah 9 Tahun Tewas Dua Lainnya Luka-luka, Bahan Mercon Disimpan di Bawah Rice Cooker Meledak di Semarang

21 Maret 2026 - 11:33 WIB

Rumah Hancur 9 Remaja Diangkut ke Rumah Sakit, Akibat Mercon Jumbo Meledak di Pekalongan Kota

21 Maret 2026 - 10:52 WIB

Gapura Selamat Datang Purwodadi Ambruk Melintang di Jalan, Menyebakan 4 Jam Macet Total

21 Maret 2026 - 10:44 WIB

Trending di Headline