Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
SEMARANG, SEARAJOMBANG.COM- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengklaim telah menambal sekitar 93.000 titik jalan berlubang di ruas jalan provinsi sepanjang 2.200-2.400 km.
Klaim ini disampaikan menjelang Lebaran 2026, dengan sisa hanya 1.200 titik yang masih diprioritaskan agar infrastruktur siap mudik.
Angka 93.000 titik ini jauh lebih besar dari data awal tahun, seperti 4.817 titik (Februari 2026) atau 17.850 titik (Maret 2026), kemungkinan mencakup akumulasi kerusakan sepanjang 2025-2026.
Tingkat kemantapan jalan provinsi kini mencapai 94%.Perkembangan Penanganan Lubang Jalan.
Data terbaru menunjukkan penurunan bertahap: dari 4.870 titik per 19 Februari 2026 menjadi 3.395 titik per 1 Maret 2026.
Target penyelesaian ditetapkan dua minggu sebelum Lebaran, dengan prioritas di wilayah rawan seperti Semarang, Tegal, Pati, dan Purwodadi yang memiliki lubang terbanyak.
Anggaran Perbaikan
Pemprov Jawa Tengah mengucurkan Rp676 miliar untuk 106 paket perbaikan dalam tiga bulan terakhir.
Dana ini telah selesai dikerjakan di 35 kabupaten/kota, fokus pada ruas strategis seperti Brigjend Sudiarto Semarang (Rp77 miliar untuk tiga ruas utama) guna dukung konektivitas ekonomi.
Sebelumnya pada 2025, tambahan anggaran mencakup Rp153 miliar untuk 50 paket rehabilitasi dan Rp445 miliar untuk 23 paket preservasi.
Total ini bagian dari program pemeliharaan rutin dan darurat, bukan seluruh belanja infrastruktur jalan Jateng.
Pendapatan Pajak
Realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) murni 2025 capai Rp3,96 triliun atau 95,31% dari target Rp4,155 triliun.
Capaian ini didorong program pemutihan hingga Juni 2025 yang menyumbang Rp333,9 miliar dari 1,19 juta objek pajak.
Pada April 2025, realisasi pajak daerah keseluruhan sudah Rp3,77 triliun, melebihi target sementara 27,79%.
Namun, bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) hanya Rp1,741 triliun dari target Rp2,5 triliun karena lesunya penjualan kendaraan baru.
Dari 16 juta objek kendaraan, baru 11,3 juta yang bayar PKB, menyisakan potensi kehilangan Rp2,1 triliun dari tunggakan.
Dana pajak ini krusial mendanai perbaikan seperti 93.000 lubang jalan yang kini teratasi.**











