Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
AUSTRALIA, SWARAJOMBANG.COM– Pemerintah Australia memberikan visa kemanusiaan kepada lima pemain timnas sepak bola wanita Iran yang menolak menyanyikan lagu kebangsaan negara mereka saat Piala Asia Wanita 2026.
Keputusan ini diumumkan PM Anthony Albanese setelah para atlet tersebut tersingkir dari turnamen di Gold Coast pada 9 Maret 2026, karena khawatir menghadapi hukuman dan ancaman keselamatan di Iran.
Visa tersebut memungkinkan mereka tinggal, bekerja, serta belajar di Australia, dengan prospek menjadi penduduk tetap.
Albanese menyatakan warga Australia “tersentuh” oleh cerita mereka dan menekankan bahwa para pemain kini “aman serta merasa seperti di rumah sendiri”.
Presiden AS Donald Trump turut mendukung melalui telepon dengan Albanese, mendesak Canberra untuk melindungi mereka dan memposting dukungannya di X.
Dari skuad 23 pemain Iran—termasuk tiga kiper, bek, gelandang, dan penyerang—hanya lima yang mendapat suaka: kapten Zahra Ghanbari, Fatemeh Pasandideh, Zahra Sarbali Alishah, Mona Hamoudi, serta Atefeh Ramezanizadeh.
Sisanya 18 pemain masih menyelesaikan turnamen hingga 21 Maret, meski Iran finis juru kunci Grup A tanpa poin.
Kronologi
* Awal Maret 2026: Para pemain menolak bernyanyi lagu kebangsaan saat upacara pembukaan, memicu kemarahan Tehran.
* 8 Maret 2026: Iran tersingkir usai tiga laga tanpa poin.
* Pagi 9 Maret: Kelima pemain tinggalkan hotel Gold Coast, minta perlindungan polisi federal Australia, dan dipindah ke lokasi aman.
* Siang 9 Maret: Menteri Dalam Negeri Tony Burke sahkan visa di safe house.
* Sore 9 Maret: Burke konfirmasi via konferensi pers di Brisbane, undang pemain lain ajukan suaka.
* 10 Maret: Albanese resmikan keputusan mengabulkan permohonan suaka politik mereka. **











