Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
IRAN, SWARAJOMBANG.COM– Iran melancarkan serangan rudal balasan yang dilaporkan menyasar Riyadh, ibu kota Arab Saudi, sebagai bagian dari respons terhadap operasi militer gabungan AS dan Israel, 28 Februari 2026.
Serangan ini terjadi di tengah ketegangan Timur Tengah yang memanas, dengan Iran menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk Riyadh di mana ledakan keras terdengar.
Kantor berita AFP melaporkan suara ledakan di Riyadh, sementara media Iran seperti IRGC mengonfirmasi serangan ke titik strategis AS.
Insiden ini melibatkan negara-negara seperti Bahrain, Qatar, UEA, dan Kuwait, di mana fasilitas militer AS menjadi sasaran utama.
Respons Saudi
Arab Saudi mengutuk keras serangan Iran sebagai pelanggaran kedaulatan negara-negara Teluk.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai kerusakan atau korban di Riyadh, meski ledakan dilaporkan dekat area strategis.
Sistem pertahanan udara Saudi kemungkinan aktif, mirip kasus sebelumnya saat mencegat rudal dari Yaman.
Dampak Regional
Serangan memicu ledakan di Abu Dhabi, Bahrain, dan Kuwait, meningkatkan risiko eskalasi konflik.
Yordania dilaporkan menembak jatuh dua rudal yang melintas wilayahnya. Situasi terus berkembang dengan potensi keterlibatan lebih luas di kawasan.**











