Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
GROBOGAN, SWARAJOMBANG.COM- Pada Senin siang, (16/2/2026), debit air Sungai Tuntang di wilayah Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan meluap hingga merendam dan menutupi jalur rel kereta api ruas Karangjati-Gubug.
KAI Daop 4 Semarang telah memutuskan untuk menutup sementara jalur Karangjati-Gubug (KM 32+5/7) akibat banjir yang merendam rel sejak pagi hari ini, 16 Februari 2026, demikian penjelasan Manager Humas Luqman Arif, juru bicara KAI Daop 4 Semarang.
Penutupan dilakukan mulai pukul 11.43 WIB setelah wadah udara menutupi rel hulu dan hilir, sehingga kereta tidak bisa melintas demi keselamatan.
Sebaliknya, KAI menerapkan pola operasi memutar melalui Brumbung-Gundih-Gambringan untuk KA lintas utara seperti Argo Bromo Anggrek, Gumarang, dan lainnya.
membenarkan kejadian itu, sehingga memperngaruhi operasional, termasuk rekayasa perjalanan akibat banjir atau gangguan infrastruktur.
Pada Senin, 16 Februari 2026, debit air Sungai Tuntang di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan meluap hingga merendam dan menutupi jalur rel kereta api ruas Karangjati-Gubug.
Kejadian ini terjadi sekitar pukul 10.15 WIB, dengan air sungai yang meningkat drastis sehingga membanjiri badan rel kereta api.
Lokasi spesifik berada di jalur rel KM 32+5/7 antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati. Banjir ini mengganggu operasional perkeretaapian di wilayah tersebut.
Wilayah ini rentan banjir berulang akibat luapan Sungai Tuntang yang berhulu di Rawa Pening. Pada Januari 2025, jalur rel yang baru diperbaiki kembali amblas oleh arus deras setelah hujan tinggi di hulu sungai.
Di dalam kebaktian itu akan berlangsung pada tanggal 20 Januari 2025, ketika mana tanggul jebol dan air menggerus dasar rel hingga menjadi aliran sungai deras.
Pada bulan Februari-Maret 2025, banjir besar merendam 21 desa di Grobogan akibat luapan Sungai Tuntang, Lusi, dan Glugu.
Dampak
Banjir terjadi sejak pagi hari (sekitar pukul 09.59 WIB) di KM 32+5/7, menyebabkan KAI Daop 4 Semarang menutup jalur sementara demi keselamatan dan menerapkan operasi memutar atau pengalihan rute untuk sejumlah kereta.
Petugas KAI dikerahkan untuk menyatukan dan menangani situasi, dengan jalur yang berpotensi dibuka kembali setelah air surut dan pemeriksaan selesai.
Beberapa KA lintas utara (Jakarta-Surabaya) dialihkan, termasuk melalui Stasiun Gambringan atau Gundih, mirip pola sebelumnya di kejadian banjir Grobogan. Himbauan diberikan agar penumpang mengikuti arah petugas di stasiun. **











