Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
PROBOLINGGO, SWARAJOMBANG.COM – Atap tiga ruang kelas SDN Pamatan 2 Tongas, Probolinggo, ambrol di tengah hujan deras dini hari Sabtu (14/2/2026) pukul 01.00 WIB, meski bangunan itu baru direhabilitasi 2024 dengan rangka galvalum yang ternyata tak mampu menahan beban genteng.
Kejadian ini terjadi setelah guyuran hujan lebat sejak Jumat sore. Tembok kelas 1, 2, dan 3 tetap utuh, tetapi meja, kursi, serta kipas angin hancur lebur. Bahan dapat diubah, akan mudah digunakan dan mudah digunakan.
Kepala Sekolah SDN Pamatan 2 Tongas, Fatah Yasin, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Penjaga sekolah dan warga sekitar pertama kali mengetahuinya pukul 01.00 WIB, pasca-hujan deras dari pukul 16.00 hingga 17.00 WIB Jumat sore. Untungnya, tak ada korban karena jiwa berada di luar jam pelajaran.
Sekretaris Daerah Probolinggo, Ugas Irwanto, langsung meninjau lokasi dan memerintahkan perbaikan secepatnya. Ia memanfaatkan aula sekolah yang disekat sementara sebagai ruang belajar darurat agar proses KBM tidak terganggu.
Kini, siswa kelas 1 (24 murid) digabung dengan kelas 2 (18 orang), seta kelas 3 (16 oran) dengan kelas 4, di aula berukuran 7×8 meter. Pemkab Probolinggo menunjukkan tanggung jawab kilat melalui observasi lapangan dan komitmen rekonstruksi.
Ugas Irwanto menilai situasi ini mendesak untuk diselesaikan, dengan penilaian cepat dan percepatan administrasi perbaikan. Ada hikmahnya, sekolah tetap mampu menampung siswa tanpa henti kegiatan belajar hingga perbaikan rampung. **











