Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Bapanas: Harga dan Kualitas Pangan di Jatim Aman Terkendali

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan, harga dan kualitas pangan di Jawa Timur (Jatim) dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Andriko Noto Susanto Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas menyampaikan, untuk memastikan hal tersebut, Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Jawa Timur melakukan pemantauan langsung di lapangan.

“Satgas Saber ini turun ke lapangan ntuk memperkuat pengendalian harga serta pengawasan keamanan dan mutu pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri,” kata Andriko, seperti dilansir Antara pada, Jumat (6/1/2026) pagi.

Dia menyampaikan langkah itu dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa dibayangi lonjakan harga bahan pangan pokok.

Andriko juga mengatakan, kondisi harga relatif terkendali. Sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan, namun masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dia menegaskan bahwa upaya untuk memonitor, memantau dan mengendalikan harga menjelang Ramadan dan Lebaran Idulfitri merupakan arahan langsung dari Andi Amran Sulaiman Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan).

“Jadi sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, tidak boleh ada harga-harga kebutuhan bahan pangan pokok yang lebih dari HET maupun HAP,” ucap Andriko saat meninjau Pasar Pucang Anom, Surabaya, Kamis (5/2/2026).

Andriko menegaskan, pemerintah tidak menoleransi lonjakan harga pangan pokok menjelang hari besar keagamaan.

“Harga-harga masih terpantau normal, ada kenaikan tapi masih di bawah HET, masih di bawah HAP, ada beberapa tadi yang di atas HET dan HAP, nanti kita akan telusuri ke distributornya,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan pengaturan margin di setiap mata rantai distribusi terus diperkuat agar pedagang eceran tetap memperoleh keuntungan wajar tanpa harus menaikkan harga secara berlebihan. “Kadang-kadang kan pedagang ini menaikkan karena di distributor naik,” jelas Andriko.

Terkait komoditas cabai, Andriko mengakui hambatan distribusi antarwilayah masih menjadi tantangan sehingga berdampak pada dinamika harga di pasaran.

“Ini akan kami perkuat melalui penguatan jaringan distribusi dari daerah surplus ke daerah minus, nanti kita akan telusuri lebih dalam,” kata dia.

Sementara itu, harga Minyakita ditegaskan tetap mengacu pada harga eceran Rp15.700 per liter. Bapanas bersama Perum Bulog akan menambah titik distribusi serta menelusuri penyebab fluktuasi harga di tingkat pengecer yang masih ditemukan di lapangan.

Pada komoditas daging sapi, kenaikan harga dipicu keterbatasan pasokan sapi hidup dari hulu. Meski demikian, harga daging sapi masih berada di bawah HAP.

“Daging tadi kita tanya harganya masih di bawah Rp130.000/kg artinya ada kenaikan tapi masih di bawah HAP, jadi nanti yang kita jaga adalah jangan sampai lebih dari HAP, kalau ada tekanan dari sisi pasokan, itu yang akan kami telusuri ke pemasoknya,” ujar Andriko.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komdigi Bantah Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari

25 September 2026 - 21:23 WIB

451.000 Nyawa di Dunia Terancam Melayang Akibat Gelombang Panas Super El Niño

25 September 2026 - 21:06 WIB

O Smach RS Misterius untuk Ambil Organ Migran secara Paksa, Ada Ruang Mirip Markas Polri

25 September 2026 - 19:40 WIB

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:58 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Sekalihus, Terkait Kasus OTT Lampri di ATR/BTN Bogor

25 September 2026 - 11:35 WIB

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

GAPASDAP Siap Angkut Mobil Listrik, Waspadai Ion-Lithium

24 September 2026 - 19:54 WIB

Trending di Nasional