Menu

Mode Gelap

Nasional

Kisah Tragis Bocah SD Ngada, Gubernur NTT: Saya Malu, Meninggal Gara-gara Miskin!

badge-check


					Emanuel Melkiades Laka Lena , Gubernur Nusa Tenggara Timur  menegur keras Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada atas lambatnya respons terkait kematian siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu. fOTO: Instagram@iNews Perbesar

Emanuel Melkiades Laka Lena , Gubernur Nusa Tenggara Timur menegur keras Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada atas lambatnya respons terkait kematian siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu. fOTO: Instagram@iNews

Penulis: Eko Wienarto  |   Editor: Priyo Suwarno

NTT, SWARAJOMBANG- Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memang menegur keras Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada atas lambatnya respons terkait kematian siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu.

Ia menyatakan rasa malu dan terpukul karena kejadian ini mencerminkan kegagalan pemerintah daerah dalam menangani kemiskinan dan persoalan sosial.

Siswa berinisial YBR (10), kelas IV SD, ditemukan meninggal pada 29 Januari 2026 di kebun warga, diduga akibat gantung diri karena tak mampu membeli buku dan alat tulis.

Gubernur Melki kesulitan menghubungi Bupati Ngada, sehingga menerjunkan tim provinsi ke lokasi untuk investigasi langsung.

Teguran disampaikan saat peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa di Kupang pada 4 Februari 2026.

Respons Gubernur

Melki menyebut insiden ini sebagai “alarm keras” kegagalan pranata sosial dan pemerintahan NTT, terutama dalam deteksi dini masalah kemiskinan anak.

Ia mengaku terganggu karena sejumlah menteri dan pimpinan nasional menghubunginya menanyakan kasus tersebut.

Kasus ini disebut tamparan bagi sistem pendidikan dan perlindungan warga miskin.

Bupati Ngada Raymundus Bena menyebut penyebab kematian belum pasti dan bisa melibatkan faktor kompleks lain, berbeda dengan penilaian gubernur.
Gubernur menekankan urgensi perbaikan koordinasi pemda agar kejadian serupa tak terulang.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena telah menginstruksikan bantuan langsung kepada keluarga siswa SD berinisial YBR (atau YBS) yang meninggal diduga gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Ia memerintahkan Pemprov NTT dan Pemkab Ngada untuk memberikan dukungan materi yang diperlukan keluarga korban, termasuk pembangunan rumah layak huni.

Koordinasi dilakukan sejak awal kejadian untuk memastikan pendampingan cepat dan solutif.
Selain itu, gubernur menyampaikan belasungkawa mendalam dan mendorong perbaikan sistem agar bansos bisa diakses meski ada kendala administrasi kependudukan.

Meski keluarga sebelumnya tak menerima bansos penuh karena perpindahan domisili dari Nagekeo ke Jerebuu, gubernur menekankan urgensi perbaikan data penduduk untuk mencegah kejadian serupa.

Tidak ada laporan detail tentang besaran bantuan tunai atau realisasi fisik hingga 5 Februari 2026, tapi fokus utama adalah dukungan jangka pendek dan panjang. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tim KAIST Korsel Temukan Cara Mengubah Sel Kanker Kembali Jadi Sel Normal

30 Juli 2026 - 16:56 WIB

Salmanudin Zoom Meeting dengan OJK: Awal Penilaian Award TPKAD 2025

29 Juli 2026 - 20:34 WIB

Warsubi dan Istri Peroleh Penghargaan Harganas ke-33 dari KKPK/ BKKBN

29 Juli 2026 - 20:12 WIB

Menelisik Akar Terorisme (42): Boudicca Bantai Orang Romawi di Tiang Gantungan

29 Juli 2026 - 19:48 WIB

Sukses Misi Dagang ke Hongkong, Transaksi 12 Triliun

29 Juli 2026 - 19:42 WIB

BRI Lampaui Target KUR Perumahan, Realisasi Unit Tembus 167 Persen

29 Juli 2026 - 19:30 WIB

Temuan BPK Jatim Dugaan Rp554 Juta Dana Basos Masuk ke Pejabat Dispendik Jember

29 Juli 2026 - 16:19 WIB

Kejati Jatim Tahan 5 Tesangka Kasus Pungli Perizinan di Dinas ESDM dengan Bukti Rp14 Miliar

29 Juli 2026 - 14:49 WIB

Bukti Pungli Perizinan di ESDM Jatim

Kejaksaan Serahkan Uang Rampasan TPPU Judol Jaka Purnama Rp9,05 Miliar ke Kas Negara

29 Juli 2026 - 11:55 WIB

Trending di Nasional