Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Kejari Tetapkan Ketua GP Ansor Bondowoso sebagai Tersangka Korupsi Dana Hibah Jatim Rp1,2 Miliar

badge-check


					Kejaksaan Bondowoso Jawa Timur, Senin, 26 Januari 2026, menggelar konferensi pers memberi penjeasan soal penahanan ketua GP Ansor Luluk Hariadi, sebagai tersangka penyelewengan dana hibah Pemprov Jatim, sebesar Rp 1,2 miliar. Foto: timesindonesia Perbesar

Kejaksaan Bondowoso Jawa Timur, Senin, 26 Januari 2026, menggelar konferensi pers memberi penjeasan soal penahanan ketua GP Ansor Luluk Hariadi, sebagai tersangka penyelewengan dana hibah Pemprov Jatim, sebesar Rp 1,2 miliar. Foto: timesindonesia

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno

BONDOWOSO, SWARAJOMBANG.COM – Luluk Hariyadi, Ketua GP Ansor Bondowoso, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan dana hibah Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Timur tahun 2024 sebesar Rp1,2 miliar.

Dian Purnama, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidsus) Kejari Bondowoso, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers hari yang sama.

Penetapan ini dilakukan Kejaksaan Negeri Bondowoso pada Senin (26/1/2026) setelah penyelidikan mendalam.

Dana tersebut seharusnya dipakai untuk pengadaan seragam Ansor di tingkat Pengurus Cabang (PC), Pengurus Anak Cabang (PAC), serta sembilan ranting di Bondowoso.

Namun, penyidik menemukan indikasi penyelewengan yang berujung kerugian negara mencapai Rp1,2 miliar.

Proses hukum mencapai titik ini setelah tim penyidik memeriksa lebih dari 30 saksi dan mengumpulkan sejumlah bukti.

Luluk Hariyadi (38), yang dikenal sebagai “Kesatria Berkuda” karena usaha beternak kudanya dan memimpin GP Ansor Bondowoso sejak 2022, langsung ditahan selama 20 hari.

Ia diduga sebagai otak utama penyimpangan dana. Tersangka mengancam hukuman berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 dan 603 KUHP. Kasus ini masih digulirkan lebih lanjut oleh Kejari Bondowoso.

Kronologi Kasus

  • Tahun 2024: Pemprov Jatim mengalokasikan dana hibah Kesra TA 2024 Rp1,2 miliar untuk pembelian seragam GP Ansor Bondowoso di tingkat PC, PAC, dan 9 ranting.

  • Awal 2026: Kejari Bondowoso mengawali penyelidikan, memeriksa 30+ saksi termasuk pejabat Pemprov Jatim, serta menemukan bukti kuat adanya penyimpangan.

  • 26 Januari 2026: Luluk Hariyadi ditetapkan tersangka sebagai pelaku utama dan segera ditahan selama 20 hari. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Keracunan MBG di SDN 7 Rumbia Jeneponto, 23 Siswa Dirawat

25 April 2026 - 10:53 WIB

Aksi Demo Besar Ojol Jatim, Surabaya-Sidoarjo Diprediksi Macet Total pada 28 April

25 April 2026 - 09:32 WIB

Dokumen foto aksi unjuk rasa massa driver ojol di Surabaya. Foto: iNews

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme(2): Krypteia adalah Polisi Pembunuh Rahasia di Sparta

24 April 2026 - 22:00 WIB

Transaksi Rp2 Triliun Lebih, Misi Dagang Jatim-Kalteng

24 April 2026 - 18:55 WIB

Terekam CCTV, Rumah Kades Hoho Alkaf Dilempar Bom Molotov Mobilnya Hangus

24 April 2026 - 16:52 WIB

Setelah mengalami pengeroyokan di mapolsek sebulan lalu, Jumat dinihari 24 April 2026, rumah kades Hoho Alkad disatroni teroris. Pelaku melempar bom molotov di garasi mobilbya. Mobil Honda Turbonya terbakar. Foto: Instagram@ hoho_alkaf

Basalamah Mengaku tak Tahu Uang Rp8,4 Miliar yang Diserahkan ke KPK

24 April 2026 - 15:24 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

Trending di Headline