Menu

Mode Gelap

Nasional

23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor, 4 Gugur di Cisarua

badge-check


					Tim SAR gabungan, Minggu, 25 Januari 2026, melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sedikitnya 17 warga ditemukan meninggal akibat bencana tersebut. (Antara/Abdan Syakura) Perbesar

Tim SAR gabungan, Minggu, 25 Januari 2026, melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sedikitnya 17 warga ditemukan meninggal akibat bencana tersebut. (Antara/Abdan Syakura)

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

BOGOR, SWARAJOMBANG. COM-Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan sebanyak 23 anggota TNI tertimbun bencana longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, empat personel gugur.

“Benar, terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Hingga saat ini baru empat personel yang berhasil ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia, sementara lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Muhammad Ali kepada wartawan di kompleks DPR/MPR, Senin (26/1/2026).

Ali menjelaskan, para prajurit tersebut sedang melaksanakan latihan sebagai bagian dari persiapan penugasan ke wilayah perbatasan Papua–Papua Nugini. Namun, cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut memicu terjadinya longsor.

Menurutnya, hujan deras mengguyur wilayah Cisarua hampir selama dua hari berturut-turut. Kondisi itu diduga kuat menyebabkan pergerakan tanah yang menimbun area latihan, termasuk lokasi tempat para prajurit berada.

“Saat kejadian, hujan turun sangat lebat selama hampir dua malam. Longsor kemudian menimpa satu desa, dan kebetulan prajurit kami sedang melaksanakan latihan di lokasi tersebut,” jelasnya.

Hingga kini, tim gabungan masih berupaya mencari 19 anggota TNI yang dilaporkan belum ditemukan. Proses pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mengingat kondisi medan yang sulit.

Kasal menambahkan, penggunaan alat berat belum memungkinkan karena akses jalan sempit dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat. Sebagai alternatif, pencarian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, termasuk drone, pemindai termal, serta anjing pelacak atau K9.

“Alat berat belum bisa masuk. Saat ini pencarian dilakukan menggunakan drone, teknologi termal, dan anjing pelacak untuk memaksimalkan upaya evakuasi,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Keracunan Makanan PMT di Rawabelang Batang, Puluhan Ibu dan Anak Dirawat di RSUD Kalisari

23 September 2026 - 00:33 WIB

Holi Kejar dan Menabrak Pencuri Motor Hingga Tewas di Ranuyoso, Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang

22 September 2026 - 20:46 WIB

Emil Dardak: 411 Aset Pemprov Diproteksi dari Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:16 WIB

TPPU Rp237 M Libatkan Pejabat, Jenderal dan Ulama: Gus Yazid Cabut Keterangan BAP Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 15:13 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:45 WIB

Pendukung Mengamuk di PN Tipikor Semarang saat Jaksa Ajukan Tuntutan 8 Tahun dan 6 Bulan terhadap Sudewo

21 September 2026 - 22:25 WIB

Jejak Gatot Heroe Pejabat BC Garong Negara: Simpan Valuta Rp2,8 M di Plafon Rumah Madyopuro Malang

21 September 2026 - 21:03 WIB

Bahlil Siapkan Strategi Olah Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:21 WIB

Walikota Tebingtinggi Copot 5 Kepsep SDN, karena Tolak Serahkan Proyek Revitalisasi Senilai Rp2,44 M

21 September 2026 - 18:16 WIB

Trending di Nasional