Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
PEMALANG, SWARAJOMBANG.COM – Banjir setinggi 10 cm di atas rel kereta api pada KM 88+6/7 antara Stasiun Sragi dan Pekalongan, Jawa Tengah, memaksa KA Argo Bromo Anggrek dan enam kereta lain terhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sejak Sabtu dini hari (17/1/2026).
Jalur ditutup sementara demi keselamatan, mengganggu ratusan penumpang dengan keterlambatan hingga 4 jam.
KAI Daop 4 Semarang mengonfirmasi genangan air yang muncul akibat hujan deras, membuat jalur tidak layak dilalui.
Manager Humas Luqman Arif menegaskan penutupan dilakukan karena kondisi berbahaya, dengan pemantauan ketat terhadap ketinggian air.
Respons Cepat KAI
Untuk meminimalkan dampak, KAI mengalihkan empat kereta melalui jalur selatan Tegal-Prupuk-Kroya, menyediakan lokomotif bantu BB 304, serta bus pengganti bagi penumpang di Stasiun Tegal dan sekitarnya.
Layanan pemulihan seperti makanan, minuman, serta informasi real-time juga disiapkan bagi yang tertahan di stasiun atau kereta.
Kereta terdampak meliputi Argo Bromo Anggrek, Jayabaya, Harina, dan lainnya, dengan penumpang mengalami penundaan 3-4 jam.
KAI berkomitmen mengembalikan 100% tiket bagi yang terlambat lebih dari 60 menit atau batal berangkat, melalui aplikasi KAI Access, loket stasiun, atau Contact Center 121.
Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan menegaskan keselamatan tetap prioritas utama sambil menyiapkan langkah lanjutan jika banjir mereda.**











