Menu

Mode Gelap

Hukum

Sanksi Larangan Main Sepak Bola Seumur Hidup kepada Dwi Pilihanto, Tendangan Kungfu ke Wajah Amirul Muttaqin

badge-check


					Sanksi Larangan Main Sepak Bola Seumur Hidup kepada Dwi Pilihanto, Tendangan Kungfu ke Wajah Amirul Muttaqin Perbesar

Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno

YOGYAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Kekerasan berulang mengguncang sepak bola amatir DIY. Pemain KAFI Jogja FC, Dwi Pilihanto Nugroho, resmi dilarang seumur hidup dari aktivitas sepak bola.

Sanksi dijatuhkan setelah Dwi melancarkan tendangan tinggi ala “kungfu” ke wajah Amirul Muttaqin dari UAD FC, pada laga Liga 4 DIY Piala Gubernur 2025/2026 di Lapangan Sitimulyo, Bantul, Selasa (6/1/2026).

Panitia Disiplin PSSI DIY menjatuhkan sanksi ini melalui Surat Keputusan Nomor 005/Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/I/2026, merujuk pelanggaran Pasal 48 jo. Pasal 49 jo. Pasal 10 jo.

Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025. Selain larangan permanen, Dwi wajib membayar denda Rp1 juta. Komite Wasit PSSI DIY juga sedang menilai ulang performa perangkat pertandingan terkait insiden tersebut.

Kejadian memuncak di menit ke-72, ketika Dwi mengayunkan kaki terlalu tinggi hingga mengenai rahang Amirul, membuatnya ambruk dan butuh penanganan medis darurat. Wasit langsung mengusir Dwi dengan kartu merah atas pelanggaran serius (serious foul play), dan pertandingan berlanjut tanpa dirinya.

Manajemen KAFI Jogja FC mengungkapkan, Dwi kini sedang menenangkan pikiran, kata manajer M. Hasanudin pada 8 Januari 2026.

Sementara UAD FC belum beri tanggapan spesifik soal sanksi, mereka update kondisi Amirul via Instagram resmi: korban masih kesakitan saat bicara atau makan, meski rontgen di RSUD Yogyakarta (6/1/2026) tak temukan patah tulang. Pemain ini dipantau 6-7 hari; jika gejala bertahan, CT Scan lanjutan direncanakan.

Serupa di Bangkalan

Insiden ini mengingatkan pada kekerasan Liga 4 Jatim awal 2026, saat Perseta 1970 Tulungagung hancurkan Putra Jaya Pasuruan 7-2 pada Senin (5/1/2026). Pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi (jersey kuning), menendang keras ke dada Firman Nugraha (jersey hijau) dari Perseta, dekat garis tengah.

Firman roboh kesakitan dengan memar hebat akibat pul sepatu lawan, lalu ditandu dan dirawat di rumah sakit. Pelatih Perseta konfirmasi Firman sudah pulih dan gabung tim lagi. Wasit tegas kartu merah untuk Hilmi atas kekerasan berbahaya, dan Komisi Disiplin PSSI Jatim siapkan hukuman tambahan—detail belum dirilis.

Beberapa pemain Perseta sempat berapi-api mengejar Hilmi, tapi rekan Putra Jaya redam situasi hindari chaos. Cuplikan dari live YouTube PSSI Jawa Timur viral di medsos, picu kecaman publik atas sikap tidak sportif yang ancam keselamatan, serta seruan pengawasan disiplin lebih ketat di level amatir dan semi-pro. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:05 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:23 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Polisi Jombang Ringkus Pelaku Love Scamming di Lampung

28 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Polres Jombang Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Muktamar NU ke-35

26 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Marak Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Jombang Ungkap 80 Kasus

1 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Perkuat Sinergitas, Empat Pilar Peradilan Pidana Jombang Gelar Olahraga Bersama

24 Juli 2026 - 17:26 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Personil Polres Jombang

22 Juli 2026 - 13:38 WIB

Laka Beruntun Libatkan Tiga Motor, Empat Orang Terluka Termasuk Bocah 7 Tahun

8 Juli 2026 - 14:15 WIB

Trending di Hukum