Menu

Mode Gelap

Nasional

Aditya Zoni: Ammar Zoni Diduga Diintimidasi Petugas Rutan

badge-check


					Penuturan adik Ammar Zoni, Aditya Zoni usai kakaknya mengaku mendapatkan intimidasi yang diduga dari petugas rutan. (Instagram.com/@real_aditya1)

Perbesar

Penuturan adik Ammar Zoni, Aditya Zoni usai kakaknya mengaku mendapatkan intimidasi yang diduga dari petugas rutan. (Instagram.com/@real_aditya1)

Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Terdakwa kasus dugaan peredaran narkotika di dalam rumah tahanan (rutan),

Ammar Zoni mengaku sempat disetrum dan dipukul agar mengakui perbuatannya mengedarkan sabu seberat 100 gram di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Pengakuan tersebut disampaikan Ammar Zoni dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis, 18 Desember 2025 lalu.

Menyikapi hal itu, Adiknya, Aditya Zoni menuturkan dirinya melihat banyak kejanggalan dalam proses hukum yang dijalani Ammar Zoni.

“Saya sebagai adiknya, melihat dari awal banyak banget kejanggalan,” kata Aditya dalam siniar YouTube Deddy Corbuzier, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Aditya meyakini, pernyataan yang disampaikan Ammar saat persidangan pada Desember 2025 lalu itu benar adanya.

“Saya percaya, bang Ammar sampai berani bilang di persidangan untuk memperlihatkan CCTV,” terang Aditya.

Di sisi lain, Aditya menilai pernyataan tersebut juga memiliki risiko yang tinggi di mata hukum.

Kendati demikian, sang adik dari Ammar Zoni itu mengaku telah mendapatkan pengakuan langsung dari terdakwa kasus dugaan peredaran narkotika tersebut.

“Itu kan risikonya tinggi, bahkan efek domino (di mata hukum) akan lebih parah lagi nantinya,” sebut Aditya.

“Dia dempat ngobrol dengan saya, dan bilang ada pemukulan dan kekerasan. Intinya dia dipaksa mengaku mengedarkan narkoba,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ammar yang diberi kesempatan mengajukan pertanyaan kepada saksi dari kepolisian, Arif Rahman, sempat menyinggung dugaan adanya kekerasan saat proses interogasi pada 3 Januari 2025.

“Yang mau saya tanyakan, apakah saya berbicara itu waktu itu bagaimana perlakuannya? Yakin tidak melakukan intimidasi? Yakin tidak ada kekerasan?” tanya Ammar Zoni.

“Yakin enggak ada kekerasan,” jawab Arif Rahman.

Mendengar hal itu, Ammar Zoni kemudian meminta agar rekaman CCTV saat interogasi diungkap dalam persidangan.

“Tidak ada penekanan? Tidak ada pemukulan? Ini semua berlima (terdakwa) kita bisa lihat,” tanya Ammar.

“Tolong Yang Mulia dihadirkan CCTV, Yang Mulia. Karena di situ ada CCTV, kita di bawah tekanan, dipukuli, disetrum, dipaksa untuk mengaku,” sambungnya.

Di sisi lain, Ammar memastikan pengakuan dirinya terkait kasus tersebut karena tekanan dari pihak petugas rutan.**

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sinergi LSM-Dinas PU: Kawal Proyek Jalan Bluru Ditarget Bermutu Tinggi dan Tepat Waktu

23 September 2026 - 10:33 WIB

Keracunan Makanan PMT di Rawabelang Batang, Puluhan Ibu dan Anak Dirawat di RSUD Kalisari

23 September 2026 - 00:33 WIB

Holi Kejar dan Menabrak Pencuri Motor Hingga Tewas di Ranuyoso, Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang

22 September 2026 - 20:46 WIB

Emil Dardak: 411 Aset Pemprov Diproteksi dari Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:16 WIB

TPPU Rp237 M Libatkan Pejabat, Jenderal dan Ulama: Gus Yazid Cabut Keterangan BAP Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 15:13 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:45 WIB

Pendukung Mengamuk di PN Tipikor Semarang saat Jaksa Ajukan Tuntutan 8 Tahun dan 6 Bulan terhadap Sudewo

21 September 2026 - 22:25 WIB

Jejak Gatot Heroe Pejabat BC Garong Negara: Simpan Valuta Rp2,8 M di Plafon Rumah Madyopuro Malang

21 September 2026 - 21:03 WIB

Bahlil Siapkan Strategi Olah Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:21 WIB

Trending di Nasional