Menu

Mode Gelap

Headline

Dapat Dukungan 10.000 Pasukan, Eri Cahyadi Bentuk Satgas Anti Preman dan Reformasi Agraria

badge-check


					Aksi preansme di Surabaya semakin menggila, puncaknya adalah kasus pengusiran dan penghacuran rumah nenek Elina Widjayanti. Merespon kasus itu,m Walikota Surabaya membentu satruan tugas (Satgas) Anti Preman dan Reformasi Agraria. Satgas mendapat respon baik dari seluruh lapisan masyarakat TNI, Polri, kejaksaan. Foto: ist
Perbesar

Aksi preansme di Surabaya semakin menggila, puncaknya adalah kasus pengusiran dan penghacuran rumah nenek Elina Widjayanti. Merespon kasus itu,m Walikota Surabaya membentu satruan tugas (Satgas) Anti Preman dan Reformasi Agraria. Satgas mendapat respon baik dari seluruh lapisan masyarakat TNI, Polri, kejaksaan. Foto: ist

Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM – Ribuan warga Surabaya optimistis bisa hidup lebih nyaman,  setelah Wali Kota Eri Cahyadi melantik dua satgas khusus pada 2 Januari 2026: Satgas Anti-Premanisme dan Satgas Reformasi Agraria.

Langkah ini langsung respons kasus viral pengusiran Nenek Elina (80 tahun) oleh oknum ormas pada 28 Desember 2025, yang picu kemarahan publik dan tuntutan tegas di media sosial hingga viral nasional.

Kedua satgas tersebar di lima zona administratif kota: Pusat, Timur, Barat, Utara, dan Selatan, dengan posko utama dekat Kantor Inspektorat Surabaya. Pelantikan dihadiri Forkopimda lengkap, termasuk BPN, Kejaksaan, Polri, dan Pemkot, menekankan sinergi penuh untuk penindakan cepat.

Pemicu utama adalah insiden di kawasan Gunung Anyar, di mana Nenek Elina diusir dan rumahnya dirusak paksa oleh kelompok bermotor berlogo ormas. Video kejadian yang diunggah 29 Desember 2025 telah ditonton jutaan kali, memicu deklarasi “Surabaya Bersatu” pada 31 Desember di Balai Kota.

Acara itu diikuti ribuan elemen masyarakat, TNI, Polri, dan Forkopimda, dengan komitmen tolak premanisme, mafia tanah, pungli, serta main hakim sendiri.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, “Kami tak pandang bulu. Semua pelaku diproses hukum.” Hingga 5 Januari 2026, Polrestabes Surabaya telah tangkap tiga tersangka utama kasus Nenek Elina, dengan proses penyidikan berlanjut di Kejari Surabaya.

Dukungan kuat datang dari Pasmar 2 Korps Marinir TNI AL berbasis di Surabaya, yang siapkan hingga 10.000 prajurit untuk patroli pendukung. Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, hadir di deklarasi dan umumkan komitmen penuh ciptakan kota aman.

Operasional Satgas
Satgas gabungan TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan perwakilan suku akan patroli rutin di lima zona, tangkap langsung pelaku, dan cegah provokasi antar-kelompok. Warga diminta lapor via:

  • Hotline darurat 112

  • Posko Inspektorat Surabaya (Jl. Jemursari No. 7)

  • Aplikasi LAPOR! atau patroli satgas terdekat

Setiap zona dipimpin koordinator khusus untuk respons kilat, tanpa tumpang tindih tugas. Fokus utama: berantas pemaksaan, mafia tanah, dan pungutan liar. Tujuan akhir, Surabaya bebas premanisme melalui penegakan hukum tegas dan sinergi lintas lembaga. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:47 WIB

Mobil Tabrak Belakang Truk, 1 Tewas dan 1 Luka Parah

12 Juni 2026 - 14:26 WIB

Polresta Sidoarjo Diancam Didemo Lantara Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

9 Juni 2026 - 19:16 WIB

Curanmor di Jombang Kembali Marak, Sekali Beraksi Pelaku Gondol 2 Motor

4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Satu Pelaku Begal HP Tak Berkutik Dibekuk Polisi

2 Juni 2026 - 14:39 WIB

Perempuan Indonesia Jadi Korban Perbudakan di Australia

28 Mei 2026 - 21:51 WIB

Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Panen Jagung

28 Mei 2026 - 19:03 WIB

Polres Jombang Salurkan Dua Hewan Kurban Sapi dari Kapolda Jatim

26 Mei 2026 - 13:42 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Alternatif, Polsek Kudu Tanam Uwi Ungu

25 Mei 2026 - 20:06 WIB

Trending di Hukum