Menu

Mode Gelap

Nasional

AIKO Digunakan Identifikasi Kayu Gelondongan Banjir Sumatra, Pemerintah Turunkan Tim Lapangan

badge-check


					Penampakan ribuan kayu gelondongan yang terseret arus dari hulu ke hilir di bencana banjir Sumatra (Foto: Instagram/@infobandaaceh) Perbesar

Penampakan ribuan kayu gelondongan yang terseret arus dari hulu ke hilir di bencana banjir Sumatra (Foto: Instagram/@infobandaaceh)

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG..COM-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjelaskan kayu gelondongan di lokasi banjir Sumatra terdiri dari banyak jenis pohon. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Krisdianto.

Ia menjelaskan kayu tersebut tidak berasal dari satu jenis saja. Hasil penelitian tersebut merupakan bagian identifikasi di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Ada jenis Mempisang dari kelompok rimba campuran, Tanjung dari kelompok kayu indah 2, Simpur dari kelompok rimba campuran. Pasang dari kelompok kayu indah 2, Nyatoh dari kelompok kayu komersial 1, dan batang sawit,” katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu (6/12/2025).

Kelompok kayu komersial, kayu rimba campuran, dan kayu indah merupakan klasifikasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 163/Kpts-II/2003. Klasifikasi itu dibuat berdasarkan pengenaan iuran kehutanan.

Lantas jenis kayu seperti apakah yang ditemukan saat banjir bandang Sumatra? Berikut adalah rinciannya.

Penampakan ribuan kayu gelondongan yang terseret arus dari hulu ke hilir di bencana banjir Sumatra (Foto: Instagram/@infobandaaceh)

KBRN, Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjelaskan kayu gelondongan di lokasi banjir Sumatra terdiri dari banyak jenis pohon. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Krisdianto.

Ia menjelaskan kayu tersebut tidak berasal dari satu jenis saja. Hasil penelitian tersebut merupakan bagian identifikasi di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Ada jenis Mempisang dari kelompok rimba campuran, Tanjung dari kelompok kayu indah 2, Simpur dari kelompok rimba campuran. Pasang dari kelompok kayu indah 2, Nyatoh dari kelompok kayu komersial 1, dan batang sawit,” katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu (6/12/2025).

Kelompok kayu komersial, kayu rimba campuran, dan kayu indah merupakan klasifikasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 163/Kpts-II/2003. Klasifikasi itu dibuat berdasarkan pengenaan iuran kehutanan.

Lantas jenis kayu seperti apakah yang ditemukan saat banjir bandang Sumatra? Berikut adalah rinciannya.
Advertisement

1. Kelompok jenis meranti/kelompok komersial 1

2. Kelompok jenis kayu rimba campuran/kelompok komersial 2

3. Kelompok jenis kayu eboni/kelompok indah 1

4. Kelompok jenis kayu indah/kelompok indah 2

Penampakan ribuan kayu gelondongan yang terseret arus dari hulu ke hilir di bencana banjir Sumatra (Foto: Instagram/@infobandaaceh)

KBRN, Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjelaskan kayu gelondongan di lokasi banjir Sumatra terdiri dari banyak jenis pohon. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Krisdianto.

Ia menjelaskan kayu tersebut tidak berasal dari satu jenis saja. Hasil penelitian tersebut merupakan bagian identifikasi di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Ada jenis Mempisang dari kelompok rimba campuran, Tanjung dari kelompok kayu indah 2, Simpur dari kelompok rimba campuran. Pasang dari kelompok kayu indah 2, Nyatoh dari kelompok kayu komersial 1, dan batang sawit,” katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu (6/12/2025).

Kelompok kayu komersial, kayu rimba campuran, dan kayu indah merupakan klasifikasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 163/Kpts-II/2003. Klasifikasi itu dibuat berdasarkan pengenaan iuran kehutanan.

Lantas jenis kayu seperti apakah yang ditemukan saat banjir bandang Sumatra? Berikut adalah rinciannya.
Advertisement

1. Kelompok jenis meranti/kelompok komersial 1

2. Kelompok jenis kayu rimba campuran/kelompok komersial 2

3. Kelompok jenis kayu eboni/kelompok indah 1

4. Kelompok jenis kayu indah/kelompok indah 2
Advertisement

Lebih lanjut, ia mencoba menjelaskan asal usul kayu gelondongan yang ditemukan di banjir Sumatra. “Kami belum bisa menjawab, karena harus melakukan pengecekan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pemerintah memanfaatkan alat identifikasi kayu otomatis atau AIKO untuk memastikan identitas kayu-kayu itu. “AIKO hanya alat bantu, yang paling berperan petugas di lapangan yang paham jenis kayu,” ujarnya, lagi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut adanya jejak gergaji mesin di kayu-kayu gelondongan ini. Untuk menyelidiki kayu-kayu gelondongan di banjir Sumatra, polisi berkolaborasi dengan Kemenhut dalam Satuan Tugas (Satgas) Gabungan.

“Tim sedang turun, nanti bersama-sama dengan tim dari Kehutanan untuk menyusuri dari daerah aliran sungai. Khususnya yang terdampak sampai tarik ke hulu dan hilirnya,” ucapnya. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

GAPASDAP Siap Angkut Mobil Listrik, Waspadai Ion-Lithium

24 September 2026 - 19:54 WIB

Sempat Diadang Petugas, Sidak Tim Ombudsman Temukan ‘Hotel Mewah’ di LP Cibinong

24 September 2026 - 15:41 WIB

Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Adakan ODL, Walikota Surabaya Melarang Sekolah Jualan Seragam

24 September 2026 - 09:35 WIB

Gus Ipul: Fitnah Itu Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar NU Jombang, Siapkan Somasi Hukum ke Gus Lilur Cs

23 September 2026 - 22:36 WIB

Keracunan MBG Lagi, 244 Anak Siswa PAUD/TK di Bawang, Diangkut ke Rumah Sakit Batang Jateng

23 September 2026 - 22:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:11 WIB

KPK Operasi Kelima Penggeledahan Sasar Kantor ATR/ BPN Mojokerto

23 September 2026 - 20:50 WIB

Trending di Nasional