Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
SUMUT, SWARAJOMBANG.COM – Erni Ariyanti Sitorus, Ketua DPRD Sumatera Utara, di depan Gedung DPRD Sumut di Medan, menjadi momen yang cukup mengesankan sekaligus penuh makna.
Pada hari itu, setelah hujan yang menggenangi jalan dengan lumpur dan genangan air, Erni bersama beberapa anggota DPRD turun langsung menemui massa pengunjuk rasa yang tengah menyuarakan berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat.
Dalam suasana yang penuh ketegangan tersebut, Erni memilih duduk di genangan air yang becek, sebuah tindakan simbolis yang menunjukkan kedekatan dan kepekaan terhadap kondisi rakyat yang mereka wakili.
Tindakan Erni ini bukan sekadar formalitas atau sekedar memenuhi tuntutan massa, melainkan sebuah pesan kuat bahwa para wakil rakyat harus merasakan langsung kesulitan yang dialami masyarakat sehari-hari.
Dengan duduk di jalanan yang basah dan berlumpur, Erni mendemonstrasikan empati yang nyata, berusaha menghapus jarak antara pejabat publik dan warga yang selama ini mungkin merasa jauh dan terabaikan.
Aksi ini menjadi simbol bahwa wakil rakyat tidak hanya harus memberi janji di ruang rapat, tetapi juga hadir secara fisik dan emosional di tengah kebutuhan rakyat.
Keberanian Erni dan rekan-rekannya untuk turun langsung, duduk bersama warga di medan yang sulit, menjadi refleksi kepemimpinan yang bersifat inklusif dan responsif.
Momen ini juga memperlihatkan dinamika pengaduan masyarakat yang tidak hanya disampaikan lewat kata-kata, tetapi melalui aksi nyata yang memerlukan perhatian serius dari para pengambil keputusan.
Dengan duduk di jalan becek, Erni mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk saling memahami dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi warga Sumatera Utara. **











