Menu

Mode Gelap

Nasional

Air Ketuban Ibu di Gresik Mengandung Mikroplastik

badge-check


					Mikroplastik ada di mana-mana Perbesar

Mikroplastik ada di mana-mana

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

GRESIK, SWARAJOMBANG.COM-Dr Lestari Sudaryanti dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga belum lama ini telah melakukan penelitian terkait kandungan mikroplastik dalam tubuh manusia, bersama Ecoton dan Wonjin Institute for Occupational Enviromental Health (WIOEH).

Dalam penelitian itu, Lestari dan tim melakukan monitoring terhadap 32 perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pemilah sampah di Kabupaten Gresik.

Lestari menjelaskan, sampel diambil di tiga lokasi berbeda yakni, TPA Ngitik, Bawean, dan Wringin Anom. Sedangkan pada penelitian kedua, dia fokus mengambil sampe air ketuban ibu hamil dari Puskesmas dan rumah sakit di gresik.

“Hasilnya, dari 48 sampel air ketuban yang diambil, semuanya positif mengandung mikroplastik,” katanya, Jumat (28/11/2025).

Saat ini, lanjutnya, hasil penelitian lengkap dari Korea masih dalam proses. Tapi secara garis besar, jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah golongan phthalates.

Tidak hanya itu, analisis awal juga menunjukkan keberadaan berbagai senyawa lain seperti, naphthalene, fluorine, pyrene, styrene, serta logam berat seperti kadmium (Cd), timbal, krom (Cr), dan nikel.

“Plastik yang lentur-lentur itu banyak mengandung phthalates, terutama plastik sekali pakai,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa logam berat dapat melekat pada plastik sebagai stabilisator sehingga ikut masuk ke dalam.

Secara teori, paparan mikroplastik dapat memicu stres oksidatif dan inflamasi, yang mengganggu metabolisme tubuh dan hormon.

Jika kandungan mikroplastik dibiarkan mengendap dalam tubuh, maka akan berpotensi meningkatkan risiko penyakit metabolik, termasuk diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Lestari menerangkan bahwa temuan ini juga diperkuat dari hasil pengukuran petugas pemilah sampah perempuan, di mana 48 persen ditemukan obesitas dan 17 persen gizi lebih.

Adapun mikroplastik juga bisa menyebar secara sistemik melalui darah dan menembus sawar otak. Bentuk mikroplastik yang ditemukan pun beragam seperti, fiber, filament, dan microbeads.

“Kandungan microbeads paling banyak ditemukan pada produk skincare untuk pembersih muka, dan mengurangi jerawat,” ungkapnya.

Bagi masyarakat berisiko tinggi, seperti pekerja di TPA, Lestari berpesan agar wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), masker, rajin cuci tangan, dan rutin kontrol kesehatan.

“Perempuan yang lebih rentan terhadap plastik membawa risiko itu saat hamil. Bayi dalam lingkungan penuh stres oksidatif pun akan mengalami dampaknya pada metabolisme,” tutupnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dua Bocah Warga Simomulyo Surabaya Tewas Terbakar di Dalam Kamarnya

13 September 2026 - 20:22 WIB

KM Virgo 8 Tenggelam: 102 Orang Berhasil Dievakuasi Selamat, 140 Dalam Pencarian, Satu Korban Tewas

13 September 2026 - 16:16 WIB

Angkut 243 Orang dan 54 Kendaraan Hilang Bersama KM Virgo 8 di sekitar 80 Mil ke Arah Banjarmasin

13 September 2026 - 10:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (56): Tak Usah Dibunuh, agar Bayar Pajak

13 September 2026 - 03:21 WIB

Warung Mie Babi Sukoharjo Diserang dan Dibakar Empat Pria Bertopeng

13 September 2026 - 02:55 WIB

4 Orang Tewas 7 Lainnya Lukaluka, Sopir Ngantuk Tabrak Truk di KM687 Tol Sumo

12 September 2026 - 13:01 WIB

Menteri Amran Pecat Manajer Gudang Pupuk Subsidi di Banggai, Begini Kisahnya

11 September 2026 - 19:46 WIB

Apindo Dorong Pemerintah Soal Kepastian Berusaha untuk Dongkrak Investasi

11 September 2026 - 19:04 WIB

Harga Minyak Dunia US$ 100, Pertamax Bisa Tembus Rp20.000

11 September 2026 - 18:45 WIB

Trending di Nasional