Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Bulan November 2025 di Jombang kembali mencatat insiden kebakaran, kali ini yang ketiga selama bulan ini, setelah sebelumnya terjadi dua kebakaran besar di wilayah tersebut.
Kebakaran terbaru terjadi pada Rabu, 26 November 2025, sekitar pukul 14.05 WIB, yang melanda kandang peternakan ayam di Dusun Sekaru, Desa Kauman, Kecamatan Kabuh. Meskipun terbakar habis, akan tetapi tidak ada satu ekor ayam pun yang mati dalam insiden kebakaran hebat itu.
Karena memang itu kandang baru dan masih dalam uji coba belum ada yang menyewa, sehingga tidak menimbulkan korban hewan piaraan. Juga tidak ada korban luka dalam insiden itu.
Menurut Kapolsek Kabuh, AKP Tommi Hermanto, api muncul secara tiba-tiba dari bagian kandang yang dialiri listrik. Beruntung, kandang tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum diisi ayam, sehingga tidak ada korban jiwa maupun hewan dalam peristiwa ini.
Dari laporan yang diterima, keterangan utama datang dari anak pemilik kandang, meskipun identitas pemilik tidak disebutkan secara spesifik.
Petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkar Ploso segera dikerahkan dengan dua unit truk pemadam ke lokasi kebakaran. Proses pemadaman berlangsung selama hampir 1,5 jam dan dilanjutkan dengan pembasahan area sekitar guna menghalau kemungkinan munculnya api kembali.
Pada bulan November 2025 ini di Jombang terjadi dua kebakaran besar yaitu:
-
Kebakaran hebat pada sebuah gudang plastik di Mojongapit, Kecamatan Jombang, yang terjadi pada Senin, 24 November 2025. Kebakaran ini menghanguskan gudang plastik dan petugas pemadam kebakaran mengerahkan lima unit mobil untuk memadamkan api yang menyebar cepat.
-
Kebakaran hebat lain adalah di gudang boneka di Jalan Gatot Subroto, Desa Mojongapit, Jombang, yang juga dikerahkan lima truk pemadam kebakaran dan tiga truk tangki air untuk memadamkan apinya pada waktu yang hampir bersamaan di bulan November 2025. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kedua kejadian ini.
Meskipun dari ketiga kebakaran besar tersebut tidak ada korban jiwa, berulangnya insiden kebakaran di Jombang selama periode ini menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan instalasi listrik dan kesiapsiagaan kebakaran di berbagai fasilitas, terutama yang berpotensi menimbulkan risiko. **











