Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Sebuah kapal latihan milik Pusat Pendidikan Kepolisian Air (Pusdik Polair) yang mengangkut 29 siswa dan 3 instruktur mengalami musibah tenggelam di Perairan Teluk Jakarta, sekitar 3 mil laut dari dermaga Pusdik Polair pada koordinat 6°4’47”S / 106°52’46”E.
Kapal berangkat amis, 13 November 2025, pukul 12.30 WIB dalam kondisi cuaca berawan dan gelombang sedang, sedang menjalani latihan teknis navigasi dan keselamatan. Gangguan mesin kanan yang muncul sekitar pukul 13.45 WIB menyebabkan kecepatan kapal berkurang.
Cuaca memburuk saat gelombang tinggi dan angin kencang menyapu lambung belakang kapal sehingga membuat kapal oleng dan akhirnya tenggelam sekitar pukul 14.00 WIB.
Semua siswa dan instruktur yang ada di kapal sigap mengenakan pelampung dan menjalankan prosedur evakuasi darurat.
Respons cepat dari Tim Kapal Tugas Polda Metro Jaya dan tim SAR gabungan memastikan seluruh penumpang berhasil diselamatkan sekitar pukul 14.30 WIB tanpa ada korban jiwa.
Proses evakuasi dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan pendataan di dermaga, sementara lokasi kapal yang tenggelam sudah diberi tanda koordinat untuk memudahkan operasi penyelaman dan evakuasi bangkai kapal.
Kepala Pusdik Polair, Kombes Polisi Ahmad Yusuf, menegaskan apresiasi atas kerja keras tim penyelamat serta menekankan pentingnya evaluasi penyebab insiden yang merupakan kombinasi gangguan mesin dan kondisi cuaca buruk dengan gelombang setinggi 1,5–2 meter.
Pusdik Polair bersama tim teknis saat ini tengah melakukan penyelidikan dan evaluasi guna meningkatkan standar keselamatan dan prosedur latihan di masa depan.
Kejadian ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan mesin dan cuaca tak terduga dapat terjadi, kesiapsiagaan personel dan sinergi antarinstansi dalam operasi penyelamatan mampu mencegah jatuhnya korban jiwa.
Protokol keselamatan yang dijalankan dengan disiplin juga menjadi faktor penentu keberhasilan evakuasi tersebut.**











