Menu

Mode Gelap

Nasional

Musim Hujan Makin Menyulitkan Belajar Siswa SDN1 Plosogenuk, Ruang Kelas Ambrol Sejak Juni 2025

badge-check


					Lebih dari tiga bulan, siswa SDN 1 Plogenuk, Jombang, belajar di tempat parkir, akibat atap kelas sekolah itu ambrol sejak Juni 2025. Kini dalam proses rehabilitasi, dengan anggaran Rp 2250 juta, baru selesai Desember 2025. Foto: Instagram@jombanginformasi_ Perbesar

Lebih dari tiga bulan, siswa SDN 1 Plogenuk, Jombang, belajar di tempat parkir, akibat atap kelas sekolah itu ambrol sejak Juni 2025. Kini dalam proses rehabilitasi, dengan anggaran Rp 2250 juta, baru selesai Desember 2025. Foto: Instagram@jombanginformasi_

Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG — Sudah tiga bulan lamanya, sekitar 120 siswa SD Negeri Plosogenuk 1 di Kecamatan Perak, Jombang, terpaksa menjalani hari-hari belajar di tempat yang jauh dari layak, dua  lokasi parkir sekolah.

Semula hanya satu kelas yang wajib dipindahkan, kini bertambah menjadi dua kelas, karena atap ruang kelas mereka yang rapuh sudah tidak bisa menahan beban waktu dan hujan deras.

Musim penghujan kini menjadi mimpi buruk bagi anak-anak dan guru-guru di sekolah ini. Tempat parkir sepeda yang hanya memiliki bangunan semipermanen itu meronta tak kuasa menahan derasnya air hujan.

Saat hujan turun, proses belajar terputus, terganggu, membuat anak-anak harus bertahan dalam kondisi yang jauh dari ideal. Keluhan hati mereka mengalir deras, penuh kekhawatiran.

Awalnya, hanya 19 siswa kelas 4 yang dipindahkan belajar di tempat parkir. Kini, penambahan siswa kelas 5 sebanyak 30 anak turut mengisi ruang belajar darurat tersebut karena atap ruang kelas yang rusak parah hingga dikhawatirkan akan ambruk kapan saja.

Dua lokasi parkir — tempat parkir kendaraan guru dan parkir sepeda siswa — kini bergantian menjadi ruang kelas darurat. Seluruh bangunan kelas yang lama, dengan atap bergelombang dan kerangka kayu lapuk, dianggap berbahaya untuk dihuni. Bahkan kelas 1 dan 3 sudah lebih dulu dipindahkan ke ruang UKS dan perpustakaan sejak setahun lalu akibat kerusakan parah pada atap dan plafon.

Sekolah ini, yang hanya memiliki total 157 siswa, kini tinggal kelas 2 dan 6 saja yang dapat belajar di ruang kelas yang masih layak. Sisanya, 1, 3, 4, dan 5, telah menjadi ruang kosong atau tempat belajar darurat yang penuh keterbatasan. Kondisi ini bukan hanya soal fisik, melainkan juga mencemaskan bagi masa depan pendidikan anak-anak.

Kerusakan ini bukan hal baru. Bangunan tua yang terakhir direhabilitasi pada 2005 itu mulai menunjukkan kerusakan yang mengkhawatirkan sejak 2024. Atap mulai ambrol besar pada Juni 2025, ketika genting salah satu ruang kelas berjatuhan, membobol plafon hingga hampir separuh ruangan runtuh.

Sejak awal, plafon yang ambrol menjadi peringatan dini, namun kini atap pun tak mampu bertahan.

Situasi memaksa siswa dari beberapa kelas dipindahkan ke tempat parkir demi keselamatan mereka. Meski begitu, kondisi belajar tetap sangat tidak nyaman.

Permohonan perbaikan dan rehabilitasi sudah diajukan sejak 2024 kepada pemerintah daerah Jombang. Baru pada November 2025 aktivitas perbaikan mulai terlihat di beberapa ruang kelas yang rusak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari, M.Si., dengan cepat turun tangan meninjau kerusakan berat pada 6 November 2025. I

a menegaskan bahwa penanganan segera diperlukan dan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Komitmen itu memberi secercah harapan agar anak-anak bisa belajar kembali di lingkungan yang aman dan nyaman.

Rehabilitasi gedung yang membutuhkan sekitar Rp 225 juta dari anggaran belanja tak terduga ini dimulai sejak minggu kedua November 2025. Fokus perbaikan tertuju pada empat ruang kelas yang parah: kelas 1, 3, 4, dan 5.

Namun, hingga November 2025 ini, proses rehabilitasi masih terus berjalan dan belum selesai. Siswa-siswa masih harus bertahan belajar di ruang darurat, sambil menunggu harapan akan ruang kelas yang layak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang menjanjikan percepatan proses rehabilitasi agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal di akhir Desember 2025. Namun waktu berjalan perlahan dan harapan anak-anak untuk belajar dengan nyaman terus menunggu. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:07 WIB

PUPR Jombang Kebut Perbaikan Jalan dan Prasarana Sambut Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:35 WIB

Terbongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Bareskrim Tangkap 12 Tersangka Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:49 WIB

Masih Uji Coba di China, CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:57 WIB

Polres Bangkalan Amankan Tiga Tersangka Kekerasan Seksual Anak

21 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu Orang Tewas Dua Lainnnya Tetimbun 6 Rumah Rusak, Pasca Ledakan Besar di Polonia Medan

21 Juli 2026 - 09:31 WIB

Presiden Prabowo Umumkan RI Punya Bank Emas Simpan 153 Ton Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 07:58 WIB

Hotman Paris Dikepung Lima Masalah Besar Pasca Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

21 Juli 2026 - 07:38 WIB

Polisi Sampang Ringkus 17 dari 27 Tersangka Pelaku Perundungam Seksual, Korban Diancam Dibunuh

20 Juli 2026 - 23:16 WIB

Trending di Nasional