Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Olahraga Bisa Turunkan atau Naikkan Asam Urat, Ini Kata Dr. Hans Tandra

badge-check


					Dr. dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D., FINASIM, FACE, FACP, Perbesar

Dr. dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D., FINASIM, FACE, FACP,

Penulis: Jayadi |  Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA,SWARAJOMBANG-Dalam tayangan Good Talk TV lima bulan lalu, Dr. dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D., FINASIM, FACE, FACP, kembali menekankan pentingnya mengatur pola olahraga secara tepat bagi penderita asam urat.

Ketika ditanya oleh host, “Benar enggak sih, Dok, kalau olahraga itu bisa nurunin asam urat?” Dr. Hans menjawab tegas, “Benar.” Ia menjelaskan bahwa olahraga yang dilakukan dengan cara yang benar dapat membantu tubuh membakar kalori, memecah lemak dan gula, serta menurunkan berat badan.

Penurunan berat badan ini berperan penting karena purin—zat yang memicu asam urat—banyak dihasilkan dari pemecahan sel, terutama pada orang dengan berat badan berlebih. Dengan kata lain, olahraga yang efektif bisa mengurangi produksi purin dan menurunkan kadar asam urat.

Namun, Dr. Hans mengingatkan bahwa olahraga tidak boleh dilakukan secara ekstrem. “Akan tetapi kadang-kadang kita dapatkan ada orang olahraga kencang, olahraga hebat-hebatan, kuat-kuatan. Itu namanya intensitas berat,” ujarnya.

Olahraga dengan intensitas tinggi justru bisa memicu pemecahan sel secara berlebihan, sehingga purin yang dilepaskan meningkat drastis dan menyebabkan lonjakan asam urat keesokan harinya. Ia mencontohkan kasus pada atlet yang menjalani pertandingan berat seperti sepak bola 90 menit, maraton, atau tinju. Pemeriksaan pasca-pertandingan sering menunjukkan kadar asam urat yang melonjak akibat stres metabolik dan kerusakan sel.

Karena itu, Dr. Hans menyarankan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Waktu terbaiknya adalah “one hour after meal, 1 jam habis makan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hidrasi dengan banyak minum air putih serta menghindari makanan olahan dan tinggi kalori.

Host Good Talk menyimpulkan dengan anjuran praktis: olahraga ringan yang menyenangkan cukup dilakukan di pagi hari. “Gak perlu pagi malam, pagi malam,” ujarnya. Dr. Hans pun mendukung saran tersebut, “Pagi habis makan 1 jam sambil berjemur matahari, sampai nyanyi dan ketawa. Nikmati sinar matahari 30 menit maka sehat.”

Kesimpulannya, olahraga memang bisa membantu menurunkan asam urat, asal dilakukan dengan bijak: intensitas cukup, durasi tidak berlebihan, waktu yang tepat, dan disertai gaya hidup sehat lainnya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gegara Sepatu Kekecilan, Mandala Siswa SMP 4 Samarinda Meninggal Dunia

4 Mei 2026 - 14:58 WIB

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Diduga Keracunan Makanan MBG, 49 Santri Al Inayah Cilegon Dirawat di Rumah Sakit

19 April 2026 - 23:00 WIB

Pemuda Pujon Terima Paket Hadiah Menang Lomba Tulis, Ternyata Berisi Narkoba dari Perancis

16 April 2026 - 11:57 WIB

422 Orang Meninggal di Korsel Akibat Serangan Kutu

15 April 2026 - 19:10 WIB

Trending di Kesehatan