Menu

Mode Gelap

Headline

Ini yang Dilakukan oleh Menko Yusril Untuk Menekan Judi Online yang Makin Marak

badge-check


					Menko Yusril Ihza Marhendra, sumber IG pribadi Perbesar

Menko Yusril Ihza Marhendra, sumber IG pribadi

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

JAKARTA, SWARAJOMBANG-Judi online (judol) di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data PPATK tahun 2025, transaksi judol melonjak dari Rp981 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp1.200 triliun. Lonjakan ini dipicu oleh kemudahan akses teknologi, penetrasi internet yang tinggi, dan promosi agresif.

Jumlah pemain aktif diperkirakan lebih dari 16,3 juta orang, mayoritas berasal dari kelompok berpenghasilan rendah, termasuk mereka yang berada di bawah UMR dan menghabiskan sebagian besar pendapatannya untuk berjudi.

Studi STIA YPPAI Makassar mengungkapkan bahwa anak-anak juga terdampak, dengan sekitar 2% pemain berusia di bawah 10 tahun, atau sekitar 80.000 anak.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak tokoh agama untuk menyuarakan bahaya judol dalam khotbah keagamaan.

“Saya kira memang diseminasi tentang ini perlu mengajak para ulama, para tokoh agama untuk membahas persoalan ini,” kata Yusril saat diwawancarai usai menghadiri acara Penguatan Komite Tindak Pidana Pencucian Uang di Kantor Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Jakarta,

Yusril menyoroti minimnya pembahasan judol dalam khotbah Jumat.

“Kalau saya setiap minggu sembahyang Jumat, dengar khatib, itu lima tahun terakhir ini saya enggak pernah mendengar ada membahas masalah judi online, yang dibicarakan masalah neraka jahanam terus-terusan, tapi lupa membahas masalah yang riil dihadapi oleh masyarakat kita,” tuturnya. Selasa 4 November

Ia menegaskan bahwa penanganan judol adalah tanggung jawab sosial bersama, bukan hanya tugas pemerintah. Perjudian, menurutnya, bertentangan dengan nilai agama dan adat yang dianut masyarakat Indonesia.

Yusril menyatakan bahwa orang tua, tokoh agama, guru, ustaz, dan tokoh masyarakat harus mengajak masyarakat menjauhi perjudian. Ia juga memperingatkan bahwa judol bisa menjadi pintu masuk ke berbagai kejahatan lain.

Pemerintah telah menemukan kasus bantuan beasiswa yang digunakan untuk berjudi. Kementerian Sosial, melalui kerja sama dengan PPATK, juga mendeteksi lebih dari 600 ribu penerima bantuan sosial yang menjadikannya modal untuk judol.

Dampak sosial judol sangat serius. Menurut Yusril, banyak kasus penganiayaan, pencurian, frustasi, hingga bunuh diri akibat kekalahan berjudi.

Ia menilai skala judol lebih besar dibandingkan judi konvensional karena mengikuti perkembangan teknologi dan sistem transaksi keuangan.

Pemerintah berkomitmen untuk bersikap tegas terhadap bandar judi dan melakukan penyadaran kepada para pelaku.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor

Dua Staf Meninggal Dunia, Mobil Anggota DPR RI Seruduk Dump Truck di Tol Paspro

24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Tercatat 12 Aksi Teror Pocong di Jawa: Berisi Iseng Konten Kreator dan Hoaks

24 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polisi Bekasi Melepas Pelaku Teror Pocong, Dua Pelaku Dibebaskan karena Cuma Iseng

23 Mei 2026 - 16:54 WIB

Skandal Mempelai Wanita Hilang di Pati, Polisi Temukan Nayla Bersama Davin Pacarnya di Penginapan

23 Mei 2026 - 12:20 WIB

Polisi Pati telah menemukan Nayla dan Davin Febriansyah (18 th), warga Desa Purwosari, Tlogowungu. Mereka dijemput untuk dipertemukan dengan keluarga, Sabtu 23 Mei 2026. Foto: instagram@fakta_harini

Terobosan Baru Presiden Prabowo: BUMN Kendalikan Harga Ekspor Sawit, Mineral dan Batubara

23 Mei 2026 - 10:11 WIB

Diduga UFO Melayang Layang di Atas Kawasan Jembatan Suramadu

23 Mei 2026 - 09:38 WIB

Modus Setoran Fiktif, Suami Istri di Nganjuk Bobol Bank BPD Jatim Hingga Rp1,9 Miliar

22 Mei 2026 - 18:53 WIB

Saat Audiensi, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Tantang Duel Perwakilan PKL Driyorejo yang Tergusur

22 Mei 2026 - 17:09 WIB

Trending di Ekonomi