Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
TRENGGALEK, SWARAJOMBANG.COM– Eko Prayitno, 47, seorang guru di SMPN 1 Trenggalek, Jawa Timur, mengalami tindakan kekerasan dari keluarga seorang siswi setelah mengambil ponsel yang digunakan siswi tersebut saat jam pelajaran, melanggar peraturan sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi Jumat, 31 Oktober 2025, sekitar pukul 12.30 WIB di depan rumah Eko di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan.
Setelah menjalankan ibadah salat Jumat, Eko dihadang oleh seorang pria berinisial A., yang mengendarai mobil Innova hitam. Pria tersebut langsung menegur dan menanyakan soal ponsel yang disita.
Ketika Eko mengonfirmasi penyitaan, pria itu marah, memaki, lalu memukul wajah Eko dua kali dan menarik baju kerahnya dengan kasar, menolak mendengar penjelasan Eko tentang kebijakan sekolah.
Insiden ini menjadi trauma bagi keluarga Eko, terutama anaknya yang masih SD, yang mendengar keributan tersebut.
Eko melaporkan pemukulan dan ancaman ini ke Polres Trenggalek dan menjalani pemeriksaan medis di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Ancaman pembakaran rumah dan sekolah juga disampaikan pelaku sebagai konsekuensi atas tindakan guru tersebut. Kasus ini mendapat perhatian masyarakat luas karena menyangkut kekerasan terhadap tenaga pendidik yang menegakkan disiplin di lingkungan sekolah.
Pihak kepolisian, melalui Kasatreskrim AKP Eko Widiantoro, S.Sos., M.H., menanggapi laporan itu dengan serius.
Tim penyidik sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan korban guna menyelidiki kronologi serta motif kejadian. Polisi menegaskan akan memproses pelaku sesuai hukum demi memastikan rasa aman bagi guru dan menegakkan keadilan.
Korban merasa mendapatkan perlindungan dan pendampingan dari aparat hukum selama proses penyidikan. Ia berharap kasus ini menjadi peringatan agar kekerasan terhadap tenaga pendidik tidak terulang lagi di masa depan.**











