Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Psikiater dr. Santi Yuliani M.Sc., Sp.KJ, seorang Consultant of Electrophysiology and Neuroimaging Psychiatry sekaligus Fellow of Consultation Liaison Psychiatry, mengingatkan bahwa gejala depresi tidak selalu ditandai dengan perasaan sedih atau kehilangan motivasi.
Dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya pada 17 Oktober 2025, ia menjelaskan bentuk-bentuk lain dari depresi yang sering tidak disadari.
Menurut dr. Santi, “Gejala depresi itu nggak selalu tentang sedih, gangguan perasaan, rasanya kehilangan motivasi, atau nangis.”
Ia menambahkan, depresi juga bisa muncul dalam bentuk gangguan kognitif seperti mudah lupa, kesulitan fokus, gangguan pengambilan keputusan, hingga sulit menemukan kata saat berbicara (word finding difficulty).
Prof. Anhar Gonggong: Tayangan Trans7 Sebagai Bahan Refleksi Untuk Perbaikan
Ia menilai banyak orang tidak menyadari bahwa gejala-gejala tersebut merupakan bagian dari depresi. “Kalau gejala depresinya itu berkaitan dengan kognitif, contohnya jadi sering lupa, gangguan pengambilan keputusan, kemudian fokusnya terganggu, atau bahkan kehilangan memori-memori… itu tuh bagian dari depresi sebenarnya,” jelasnya.
Selain itu, depresi juga dapat memunculkan keluhan fisik, seperti nyeri perut, maag berkepanjangan, sering pusing, atau badan terasa lemas terus-menerus.
Banyak orang mengira hal ini sekadar kelelahan atau masalah fisik biasa, padahal akar masalahnya bisa berasal dari gangguan mental.
BBM Etanol 10 Persen, Harga Harus Lebih Murah, Namun Tetap Saja Rugi
Karena itu, dr. Santi menyarankan agar setiap orang melakukan skrining depresi secara rutin enam bulan sekali. Langkah ini penting agar tanda-tanda awal dapat dikenali dan ditangani lebih cepat.
“Supaya kalau misalnya ada sesuatu, kamu bisa dibantu dengan lebih cepat, sehingga kamu bisa lebih nyaman menghadapi kondisi sehari-harimu,” ujarnya.
Sebagai penutup, ia mengajak para pengikutnya untuk lebih sadar akan kesehatan mental dan membiasakan pemeriksaan psikologis secara berkala.****











