Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Ada sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Appetite. Studi menunjukkan keterkaitan antara kesukaan terhadap rasa pahit, terutama kopi hitam, dengan kecenderungan kepribadian antisosial hingga psikopat.
Studi yang dilakukan oleh Universitas Innsbruck di Austria ini, melibatkan survei terhadap 1.000 orang. Menemukan bahwa mereka yang menyukai rasa pahit, cenderung memperoleh skor tinggi dalam tes machiavellianisme ( sifat kepribadian yang ditandai dengan sikap manipulatif, licik, dan eksploitatif untuk mencapai keuntungan pribadi tanpa peduli perasaan atau hak orang lain).
Tes tersebut menilai kecenderungan kepribadian sadisme, narsisme, dan psikopat. Peneliti juga menyatakan, bahwa selera terhadap makanan atau minuman pahit, dapat mencerminkan seberapa gelap kepribadian seseorang.
Kesukaan terhadap kopi hitam, bukan berarti seseorang pasti psikopat, namun bisa menjadi indikator kecenderungan psikologis tertentu. Temuan ini bukan vonis, tapi bisa jadi bahan refleksi terhadap preferensi dan kecenderungan pribadi kita.
Meski begitu, para ahli mengingatkan agar hasil studi ini tidak dijadikan label mutlak. Melainkan dipahami sebagai wawasan psikologi populer, yang masih terus berkembang.
Dari sudut pandang kesehatan fisik, memesan secangkir pagi hari yang bebas susu dan gula sangatlah umum. Hal ini lantaran kopi dapat memberikan beberapa manfaat yang baik bagi tubuh, seperti peningkatan perasaan bahagia, penurunan risiko beberapa jenis kanker, dan peningkatan fungsi otak. Lantas, apa arti dari penelitian tersebut? Benarkah orang yang suka minum kopi hitam dapat berisiko menjadi seorang psikopat?
Dilansir dari Health, peneliti mengatakan, secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan, seberapa besar orang menyukai makanan dan minuman yang rasanya pahit terkait erat dengan seberapa gelap kepribadian mereka.
Namun, mereka menambahkan, hasil pengukuran preferensi rasa pahit terhadap makanan tertentu tidak menunjukkan adanya korelasi yang signifikan dengan sifat kepribadian antisosial.
Ini berarti, secara keseluruhan, cara Anda merasakan rasa mungkin berhubungan dengan kepribadian Anda dengan cara yang mengejutkan.
Sementara itu, penelitian lain menemukan, preferensi makanan dan minuman dapat berubah seiring berjalannya waktu.***











