Menu

Mode Gelap

Headline

SAR Evakuasi 84 Santri Satu Korban Meninggal, Musala Al Khoziny Ambruk

badge-check


					Tim SAR Gabungan, BPBD, TNI, Polri dikerahkan untuk membantu evakuasi korban yang tertimbun material ambruknya musala tiga lantai yang bari dicor, Senin, 29 September 2025. Foto: Instagram@inisurabaya Perbesar

Tim SAR Gabungan, BPBD, TNI, Polri dikerahkan untuk membantu evakuasi korban yang tertimbun material ambruknya musala tiga lantai yang bari dicor, Senin, 29 September 2025. Foto: Instagram@inisurabaya

Penulis: Saifudin     |    Editor: Priyo Suwarno

SIDOARJO, SWARAJOMBANG.COM – Hingga pukul 21.00 WIB pada hari Senin, 29 September 2025, telah tercatat total korban akibat ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny yang berada di Buduran, Sidoarjo, sebanyak 84 santri telah dievakuasi oleh Tim SAR dan BPBD.

Dari jumlah tersebut, satu santri bernama Alfian Ibrahim (11) yang berasal dari Bangkalan, Madura, telah meninggal. Beberapa korban yang mengalami luka-luka kini dirawat di beberapa rumah sakit di Sidoarjo dengan rincian sebagai berikut:

  • 26 mengalami luka ringan dan 8 luka berat di RSUD Sidoarjo
  • 46 dirawat di RSI Siti Hajar
  • 4 di RS Delta Surya.

Evakuasi masih terus dilakukan karena diduga ada santri yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan. Alat berat sedang dipersiapkan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan jatuh baru. Tim SAR dan polisi masih mencari korban yang terjebak di bawah bangunan yang runtuh.

Musala yang baru dibangun dalam kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny, di Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin sore sekitar pukul 14.40-15.00 WIB, 29 September 2025.

Sudah dipastikan ada satu orang yang meninggal karena ambruknya musala ini. Korban yang meninggal adalah Ibrahim, 15 tahun, yang mengalami luka di dadanya karena tertimpa puing-puing bangunan.

Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung karena kemungkinan masih banyak santri yang terjebak di dalam puing-puing. Belum ada informasi resmi mengenai jumlah total korban luka atau tambahan yang meninggal, karena evakuasi dan pencarian masih berlangsung dengan menggunakan alat berat, dengan dukungan 15 ambulans di tempat kejadian.

Jadi, untuk saat ini yang pasti adalah satu orang meninggal, dan pencarian korban lain masih dilanjutkan oleh tim penyelamat.

Musala ini berada di asrama untuk santri laki-laki dan masih dalam tahap pembangunan, yaitu di lantai dua gedung yang memiliki tiga lantai. Ketika kejadian, banyak santri yang sedang melaksanakan salat Ashar secara berjamaah di dalam musala dan ada yang tertimpa puing.

Evakuasi dilakukan oleh Tim SAR, TNI, Polri, dan petugas lainnya serta dibantu dengan alat berat. Diperkirakan ada santri yang terjebak dan beberapa korban yang luka maupun yang meninggal dalam insiden ini, meskipun jumlah pastinya masih dihitung. Sekitar 15-18 ambulans telah dikerahkan ke lokasi untuk evakuasi korban.

Kepala BPBD Jawa Timur dan Wakil Gubernur Emil Dardak serta pejabat terkait telah menuju lokasi kejadian. Bangunan yang runtuh ini berada dalam kompleks pondok pesantren di kawasan Buduran, Sidoarjo.

Informasi ini diperoleh dari beberapa laporan media dan saksi di lokasi yang memberikan rincian mengenai suasana dan urutan kejadian.

Kronologi ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada hari Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 14.40-15.00 WIB, terjadi ketika santri sedang melaksanakan salat Ashar berjamaah di lantai dua gedung bertiga lantai yang masih dalam tahap pembangunan.

Menurut beberapa saksi dan ketua RT setempat, Munir, bangunan yang ambruk ini baru saja selesai dicor di bagian atas lantai dua dan saat musala mulai goyang, muncul suara gemuruh dan getaran yang terasa seperti gempa. Getaran terasa mulai dari rakaat kedua salat Ashar dan kemudian semakin kuat hingga bangunan runtuh menimpa para santri.

Ada lebih dari 100 santri yang berada di dalam musala mengikuti salat berjamaah saat ambruk terjadi. Beberapa santri berhasil melarikan diri, tetapi ada yang tertimpa puing dan masih terjebak di dalam.
Evakuasi segera dilakukan oleh Tim SAR, TNI, Polri, BPBD, dan para relawan dengan menggunakan sekitar 15-18 ambulans untuk membawa para korban ke rumah sakit.

Proses penyelamatan masih terus berjalan, dengan beberapa santri masih terjebak dan terdengar suara meminta tolong dari bawah puing-puing. Para korban yang terluka maupun yang meninggal masih dalam proses pendataan oleh petugas di lokasi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:07 WIB

PUPR Jombang Kebut Perbaikan Jalan dan Prasarana Sambut Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:35 WIB

Terbongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Bareskrim Tangkap 12 Tersangka Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:49 WIB

Masih Uji Coba di China, CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:57 WIB

Polres Bangkalan Amankan Tiga Tersangka Kekerasan Seksual Anak

21 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu Orang Tewas Dua Lainnnya Tetimbun 6 Rumah Rusak, Pasca Ledakan Besar di Polonia Medan

21 Juli 2026 - 09:31 WIB

Presiden Prabowo Umumkan RI Punya Bank Emas Simpan 153 Ton Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 07:58 WIB

Hotman Paris Dikepung Lima Masalah Besar Pasca Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

21 Juli 2026 - 07:38 WIB

Polisi Sampang Ringkus 17 dari 27 Tersangka Pelaku Perundungam Seksual, Korban Diancam Dibunuh

20 Juli 2026 - 23:16 WIB

Trending di Nasional