Menu

Mode Gelap

Nasional

Sri Sultan tanpa pengawalan menemui ribuan massa diiringi Gendhing Raja Manggala

badge-check


					Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berdiri di hadapan ribuan peserta aksi unjuk rasa. (Foto.instagram humasjogja) Perbesar

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berdiri di hadapan ribuan peserta aksi unjuk rasa. (Foto.instagram humasjogja)

Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno

YOGYAKARTA, SWARAJOMBANG.com – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sabtu (30/08/2025) sekitar pukul 01.00 dinihari menemui ribuan peserta aksi unjuk rasa, untuk mendengar aspirasi serta meredam potensi kerusuhan.

Aksi massa tersebut buntut insiden meninggalnya driver ojek online, Affan Kurniawan, dalam demonstrasi menolak kebijakan DPR RI, Kamis (28/08) lalu di Jakarta.

Kehadiran Ngarso Dalem Sri Sultan tiba di Mapolda DIY Jumat (29/8) sekitar pukul 22.30 WIB tanpa pengawalan meskipun aksi sebelumnya sempat ricuh.

Sri Sultan kemudian melakukan dialog secara tertutup dengan delapan perwakilan demonstran selama kurang lebih dua jam.

Usai pertemuan, Ngarso Dalem keluar menemui massa didampingi dua Putrinya, GKR Hayu dan GKR Condrokirono, serta Menantunya, KPH Yudanegara juga Kapolda DIY Anggoro Sukartono.

Didepan peserta aksi Sri Sultan menyampaikan rasa duka cita mendalam dan keprihatinannya atas meninggalnya Affan Kurniawan.

Sri Sultan menekankan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan cara yang mendidik, bukan dengan kekerasan.

Selain itu, juga ditegaskan bahwa beliau komitmen memfasilitasi aspirasi masyarakat, termasuk komunitas driver ojol, untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

Raja Keraton Yogyakarta itu juga meminta delapan orang yang telah diamankan kepolisian untuk dilepaskan.

“Saya juga berbicara dengan bapak Kapolda, bersama saya ada delapan orang yang itu semua adalah teman-teman anda.

Bersama ini juga bersama saya juga berada di sini, saya kembalikan kepada saudara-saudara.

Karena itu teman anda, anda semua,” kata Sultan di Mapolda DIY, Sleman, dilansir CNN Indonesia.

Disaat Sultan berdialog dengan para pedemo diiringi alunan Gendhing Raja Manggala yang diputar menggunakan pengeras suara di Mapolda DIY, Sleman.

“Saya menghargai apa yang Anda semua lakukan. Apa yang Anda semua lakukan itu salah satu dari keinginan kita bersama untuk tumbuhnya demokratisasi di Jogja. Saya pun sepakat dengan itu,” kata Sultan.

“Mari kita sama-sama pulang dan tidur. Kita sudah capek, semuanya ada di sini. Saya kira itu saja yang bisa saya sampaikan. Jadi nanti tindak lanjutnya nanti kita bisa diskusikan,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kontribusi 2025 Hanya 25,6 %, Dewan Rekomendasi Bupati agar Naikkan PAD Jombang

21 April 2026 - 20:53 WIB

Polres Jombang Ungkap Temuan Jasad di Megaluh, Korban Pembunuhan di Purwoasri Kediri

21 April 2026 - 17:01 WIB

Kebakaran Timpa Gedung Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Penyebabnya Masih Misterius

21 April 2026 - 14:35 WIB

Aksi Massa APM Kepung Gedung DPRD Kaltim, Paksa Dewan Ajukan Hak Angket terhadap Gubernur Rudi Mas’ud

21 April 2026 - 13:27 WIB

Kejati Jabar Menahan Oknum Jaksa Kejati Banten, Ivan Rinaldi Terlibat Penjualan Bukti Aset KSP Pandawa

20 April 2026 - 14:38 WIB

Hadapi Aksi 214, Rudi Mas’ud Bangun Pagar Berduri 4 M dan 1.700 Personel Pengaman

20 April 2026 - 11:57 WIB

Poster digital ini diubggah akun Instagram@lambe_kaltim. Foto: instagran@lambe_kaltim

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Sadsuitubun, Polisi Ringkus 2 Tersangka

19 April 2026 - 20:20 WIB

Kembali ke Indonesia Ronaldo Nazario Merasa Bahagia

19 April 2026 - 20:18 WIB

Trending di Nasional