Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

Penanganan PBB P2 Jombang, Pengamat UGM Agung Baskoro: Warsubi Melangkah Jauh sebelum Pati Effect

badge-check


					(Kiri) Dosen GUM dan pengamat Agung Baskoro, (Tengah) Gerakan massa di Pati, (Kiri) H Warsubi, Bupati Jombang. Foto: Kolase Perbesar

(Kiri) Dosen GUM dan pengamat Agung Baskoro, (Tengah) Gerakan massa di Pati, (Kiri) H Warsubi, Bupati Jombang. Foto: Kolase

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Kehadiran Bupati Jombang H. Warsubi dalam wawancara di CNN Indonesia menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Langkah Warsubi yang tampil di panggung nasional dinilai sebagai bentuk sikap empatik sekaligus partisipatif dalam mencari solusi atas kegelisahan masyarakat terkait kebijakan pajak daerah.

Pengamat politik Agung Baskoro menilai, kehadiran Warsubi menjadi pembeda dibandingkan kepala daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.

“Ada yang beda antara Jombang dengan Pati. Satu, saya sangat mengapresiasi Pak Warsubi mau tampil di CNN Malam ini. Karena nggak gampang dia bicara di depan publik khalayak nasional di tengah beragam masalah daerah muncul,” ungkap Agung.

Ia melihat Warsubi sebagai Bupati Jombang memiliki itikad untuk melakukan komunikasi dua arah secara partisipatorik ke publik secara luas.

“Awalnya saya menyangka seluruh kepala daerah di Indonesia baru bergerak ketika ada Pati effect. Ternyata Pak Bupati Jombang ini tidak. Langkah-langkahnya justru dilakukan sebelum Pati Effect muncul,” ungkap lulusan UGM ini.

Ia menegaskan, Jombang berbeda dengan Pati. Jika di Pati kebijakan kenaikan pajak terkesan berjalan sepihak tanpa ada komunikasi dengan DPRD maupun masyarakat, maka Warsubi justru mengambil jalan berbeda.

“Bupati Jombang sangat komunikatif dan empatik. Beliau tidak hanya peduli terhadap kegelisahan masyarakat akibat naiknya pajak, tetapi juga membuka ruang dialog dengan DPRD agar penyusunan maupun revisi perda berjalan baik. Ini kontras dengan Pati, yang komunikasi publiknya cenderung satu arah dan buruk. Bukan malah mengademkan justru malah menantang warga. Ini beda Jombang dengan Pati,” tegas Agung Baskoro.

Dalam wawancara tersebut, Agung Baskoro juga menekankan pentingnya pemerintah pusat dan para kepala daerah mempertimbangkan daya beli serta pendapatan masyarakat ketika membuat kebijakan pajak.

“Kenaikan harus rasional, jangan berlebihan, dan dilakukan bertahap. Saya juga mengapresiasi Kementerian Dalam Negeri, Tito Karnavian yang memberi batasan minimum dan maksimum tarif pajak,” ujar Founder & Executive Director Triaspolitika ini.

Sementara itu, Bupati Jombang, H Warsubi mengatakan, sebenarnya sejak awal menjabat, ia mengaku telah meminta Bapenda Jombang untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat dalam menyampaikan keluhan maupun masukan.

“Saya imbau bagi masyarakat yang keberatan untuk segera menghubungi Bapenda atau menghubungi desa. Nanti bersama akan bisa dilakukan validasi sehingga bisa dipastikan pembayaran PBB-P2 nya menurun. Terima kasih masyarakat Jombang,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Harga Tetap, Isu Pertalite Naik Hoaks

25 September 2026 - 21:41 WIB

Komdigi Bantah Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari

25 September 2026 - 21:23 WIB

451.000 Nyawa di Dunia Terancam Melayang Akibat Gelombang Panas Super El Niño

25 September 2026 - 21:06 WIB

O Smach RS Misterius untuk Ambil Organ Migran secara Paksa, Ada Ruang Mirip Markas Polri

25 September 2026 - 19:40 WIB

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:58 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Sekalihus, Terkait Kasus OTT Lampri di ATR/BTN Bogor

25 September 2026 - 11:35 WIB

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

Trending di Nasional