Menu

Mode Gelap

Tren

Warga Teriak, Wagub Emil Dardak Buka Suara Soal PBB-P2 di Jombang, dari Pati Merembet Jombang

badge-check


					Warga Teriak, Wagub Emil Dardak Buka Suara Soal PBB-P2 di Jombang, dari Pati Merembet Jombang Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG- Kasus lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sebelumnya ramai terjadi di Kabupaten Pati kini merembet ke Kabupaten Jombang.

Persoalan ini memicu keresahan warga karena kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang dinilai terlalu tinggi, bahkan mencapai 400 hingga 1000 persen.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa kebijakan pajak seharusnya tidak membebani masyarakat, di sisi lain kebijakan tersebut yang membuat bukan Bupati Jombang saat ini.

“Pertama tolong dipahami bahwa keputusan itu diambil sebelum Bapak Bupati Warsubi menjabat. Maka beliau membutuhkan waktu untuk mencari detailnya,” kata Emil saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Kamis (14/8/2025).

Emil menyebut telah berkomunikasi dengan Bupati Jombang dan meminta agar semua warga yang merasa keberatan terhadap penilaian objek pajak dilayani dengan baik.

Menurutnya, ruang keberatan dan banding dibuka seluas-luasnya oleh Pemkab Jombang. “Namun demikian ruang untuk pemilik properti bangunan atau tanah untuk mengajukan keberatan itu terbuka seluas luasnya,” ujarnya, dikutip dari Tribune.

Ia menegaskan bahwa kewenangan PBB murni ada di pemerintah kabupaten dan kota, bukan Pemprov. “Memang kewenangan ada di kab kota. Tapi ketertiban dan ketentraman masyarakat adalah keinginan kita bersama,” tegasnya.

Emil juga mengingatkan agar Pemkab memperhatikan dampak kenaikan pajak terhadap kondisi warga. “Dan menurut saya, kami berharap momen ini jadi kesempatan untuk mengecek kembali. Jangan jangan memang ada wajib pajak yang mengalami kenaikan yang luar biasa.”

Ia menambahkan jangan hanya bicara harga market price NJOP untuk saat ini saja, namun juga diperhatikan dampaknya pada yang membayar pajak.

Menurut Emil, di tengah situasi ekonomi yang penuh disrupsi, pemerintah harus lebih berempati. “Ekonomi sedang sulit, ada disrubsi. Maka saya rasa kita harus punya empati pada hal tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, gejolak serupa juga terjadi di Kabupaten Pati akibat lonjakan PBB-P2 yang memicu aksi protes warga. Kini, keresahan yang sama menular ke Jombang dengan kasus yang hampir serupa: kenaikan NJOP secara drastis setelah adanya appraisal dari pemerintah daerah.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Agus Purnomo: Insentif RT/RW Pemkab Jombang Ditarget Cair Paling Lambat 10 Maret 2026

7 Maret 2026 - 14:34 WIB

Siswa Makin Bersemangat di SR 8 Jombang, Pembelajaran Pakai Smartboard dan Laptop

9 Januari 2026 - 19:58 WIB

Stok Hanya 700.000, Nvidia Kebingungan Siapkan 2 Juta Chip H200 Pesanan China Senilai Rp 318 Triliun

6 Januari 2026 - 18:31 WIB

Antisipasi Antrean Panjang, Tol Jomo Siapkan 12 Unit Mobil Reader dan SPU Modular

30 Desember 2025 - 11:20 WIB

China Mengejar Belanda, Sukses Bangun ASML Mesin Pembuah Chip Kompter

25 Desember 2025 - 16:59 WIB

Perlindungan Wartawan Dinilai Lemah, Forum Wartawan Kebangsaan Desak Revisi UU Pokok Pers

6 November 2025 - 08:28 WIB

Gercep Kumpul Donasi dan Rehabilitasi Rumah tak Layak Huni Guru TK Yuliana di Johowinongan Mojoagung

15 Oktober 2025 - 12:28 WIB

Cara Pemkot Malang Memperluas PAD, Warung Buka Malam Kena Pajak

3 September 2025 - 21:38 WIB

Warsubi Bawa Setandan Pisang ke Posko Forum Rakyat Jombang untuk Menjawab Penolakan Kenaikan Pajak

2 September 2025 - 21:09 WIB

Trending di Nasional