Menu

Mode Gelap

Nasional

RI Punya Frigate Terbesar se-ASEAN, Dalam Perjalanan dari Italia Menuju Tanah Air

badge-check


					Upacara penyerahakan kapal Frigate dari Intalia kepada TNI AL berlangsung di galangan kapal  Fincantieri, Muggiano, Italia, pada 2 Juli 2025. Kapal ini dijadwalkan berlayar dari La Spezia, Italia akhir Juli 2025 dan diperkirakan tiba di Indonesia awal September 2025. Foto: Kompas.com Perbesar

Upacara penyerahakan kapal Frigate dari Intalia kepada TNI AL berlangsung di galangan kapal Fincantieri, Muggiano, Italia, pada 2 Juli 2025. Kapal ini dijadwalkan berlayar dari La Spezia, Italia akhir Juli 2025 dan diperkirakan tiba di Indonesia awal September 2025. Foto: Kompas.com

ITALIA, SWARAJOMBANG.COM- Setelah selesai dibuat KRI Brawijaya 320 yang berlayar dari Italia ke Indonesia dibawah komandan Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh. Berlayar dari l Fincantieri, Muggiano, Italia,  akhir Juli 2025 dan diperkirakan tiba di Indonesia awal September 2025. 

Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh lahir pada tahun 1978 dan merupakan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut. Ia pernah menjabat sebagai Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 dan Komandan KRI Kakap-811.

Ia memiliki latar belakang pendidikan dari Akademi Angkatan Laut angkatan ke-47 serta gelar S.T. dan M.M. yang menunjang karier militernya. John David Nalasakti Sondakh juga dikenal aktif memegang berbagai jabatan strategis di jajaran TNI AL, khususnya di Koarmada II.

KRI Brawijaya-320 adalah kapal perang fregat terbaru,  milik TNI Angkatan Laut yang merupakan kapal terbesar di Asia Tenggara (ASEAN).

Kapal ini dibuat oleh perusahaan galangan kapal Fincantieri di La Spezia, Italia, dan resmi diserahterimakan kepada TNI AL pada Juli 2025.

Panjang kapal ini mencapai 143 meter dengan kecepatan maksimum 32 knot dan mampu menampung 171 awak kapal. KRI Brawijaya-320 memiliki kemampuan peperangan anti udara (Anti Air Warfare/AAW) dengan desain yang menekankan fleksibilitas, modularitas, dan skalabilitas, serta dilengkapi sistem navigasi modern dan Combat Management System terintegrasi yang mengontrol sensor, senjata, komunikasi, dan navigasi.

.

Kapal ini diberangkatkan dari Italia menuju Indonesia pada 29 Juli 2025 dan dijadwalkan akan singgah terlebih dahulu di Jakarta pada awal September 2025 sebelum melanjutkan ke Komando Armada II di Surabaya.

Perjalanan kapal ini dari Italia ke Indonesia dipersiapkan dengan matang, termasuk kesiapan logistik, mesin, dan personel pengawak kapal.

Dengan berbagai fitur canggih dan ukuran terbesar di ASEAN, KRI Brawijaya-320 menjadi kebanggaan TNI AL sebagai kapal perang yang modern dan sangat mampu mendukung operasi laut Indonesia di kawasan.

Persenjataan

Peluru kendali anti udara yang digunakan oleh KRI Brawijaya-320 adalah bagian dari sistem rudal pertahanan udara SAAM ESD PPA yang berbasis pada keluarga rudal MBDA Aster.

Kapal ini dilengkapi dua grup peluncur vertikal Naval Group A50 yang mampu menampung total 16 rudal Aster, termasuk rudal Aster 15 dan Aster 30 yang efektif untuk pertahanan anti udara jarak menengah hingga jauh.

Selain itu, KRI Brawijaya-320 juga menggunakan sistem persenjataan lain yang mendukung peperangan anti udara, seperti meriam utama Leonardo 127/64 mm LW yang dapat menembakkan amunisi berpemandu jarak jauh Vulcano, dan meriam dek tunggal 76 mm dengan amunisi berpemandu DART untuk menghadapi ancaman rudal anti-kapal dan ancaman asimetris.

Jadi, secara singkat, peluru kendali anti udara pada KRI Brawijaya-320 menggunakan rudal keluarga MBDA Aster dengan peluncur vertikal Naval Group A50.

Spesifikasi

KRI Brawijaya-320 adalah kapal perang tipe fregat patroli lepas pantai (OPV) kelas Thaon di Revel yang dibuat di Italia dan dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut. Berikut adalah spesifikasinya:

  • Panjang 143 meter
  • Lebar 16,5 meter
  • Draft (kedalaman kapal) 5,2 meter
  • Kecepatan maksimum 32 knot
  • Kapasitas awak 171 orang
  • Penggerak menggunakan kombinasi mesin diesel dan listrik
  • Dirancang dengan kemampuan peperangan anti-udara (Anti-Air Warfare/AAW) yang mengutamakan fleksibilitas, modularitas, dan skalabilitas
  • Dilengkapi sistem navigasi dan sistem tempur terintegrasi, termasuk Combat Management System (CMS), sensor, senjata, komunikasi, dan sistem navigasi yang terkoneksi melalui jaringan data kecepatan tinggi
  • Merupakan kapal pertama buatan Italia yang dimiliki Indonesia
  • Dibangun oleh galangan kapal Fincantieri di Muggiano, Italia, awalnya bernama Marcantonio Colonna (P433) sebelum kemudian berganti nama menjadi KRI Brawijaya-320

Kapal ini menjadi langkah penting dalam modernisasi alutsista TNI AL, terutama untuk penguatan kemampuan pertahanan laut dan pengawasan wilayah laut Indonesia. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Libur Sekolah MBG Sementara Berhenti

17 Juni 2026 - 20:11 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 19:06 WIB

Anggaran 2027 Rp184 Triliun, Polri Ajukan Tambahan Rp61 Triliun

17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448, Ketua DPRD Hadi Atmaji Hadiri Acara Doa Bersama di Pendopo Pemkab Jombang

17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Rencana PHK 1.000 Karyawan PT SGS Masuk dalam RDP Komisi D DPRD Jombang

17 Juni 2026 - 12:46 WIB

Pesawat Pembom Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh, Amerika Alami Kerugian Rp1,340 Triliun

17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap, Kendati BBM Nonsubsidi Naik

16 Juni 2026 - 20:56 WIB

Gaji Selama Enam Bulan untuk Korban PHK

16 Juni 2026 - 20:41 WIB

Pencuri Datangi Rumah Korban Minta Maaf dan Berdamai di Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Pelaki dan korban sebelumnya sudah sepakat damai, lalu mencabut perkara di Polsek Pungging, Mojokerto
Trending di Nasional