Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Sekdakab Agus Purnomo Bertindak Jadi Irup Upacara Gladi Bersih TMMD 125 di Ngusikan

badge-check


					Jajaran pemkab Jombang bersama Kodim 0814 Jombang melaksanakan acara gladi bersih upara pembukaan di lapangan kecamatan Ngusikan, Jombang, Selasa, 22 Juli 2025. Foto: abdirakyat.com Perbesar

Jajaran pemkab Jombang bersama Kodim 0814 Jombang melaksanakan acara gladi bersih upara pembukaan di lapangan kecamatan Ngusikan, Jombang, Selasa, 22 Juli 2025. Foto: abdirakyat.com

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Pemkab Jombang bersama jajaran Kodim 0814  melaksanakan gladi bersih upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun Anggaran 2025 di lapangan kecamatan Ngusikan, Jombang, Selasa, 22 Juli 2025.

Hadir pula komandan Kodim Letkol Kav. Dicky Prasetyo. Dalam gladi bersih itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, S.H., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam gladi bersih persiapan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun Anggaran 2025 di lapangan kecamatan Ngusikan, Jombang, Selasa, 22 Juli 2025.

Menurut rencana TMMD 125 itu dilaksanakan Rabu 23 Juli 2025,. Kehadiran Sekda menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung pembangunan wilayah pedesaan.

Kodim 0814/Jombang melaksanakan gladi upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun 2025 di Lapangan Kecamatan Ngusikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menjelang upacara pembukaan resmi yang akan digelar pada Rabu, 23 Juli 2025.

Kehadiran Sekda menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung pembangunan wilayah pedesaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han, bersama Asisten I Setdakab Jombang. Keduanya juga terlibat dalam penandatanganan naskah kerja sama sebagai bagian dari program TMMD ke-125.

Dalam keterangannya, Dandim 0814/Jombang menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa-desa terpencil yang masih membutuhkan perhatian, khususnya dalam bidang infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“Melalui gladi ini, kami ingin memastikan seluruh rangkaian upacara dan kegiatan TMMD dapat berjalan dengan tertib, khidmat, dan sesuai harapan,” ungkap Letkol Dicky dikutip dari abdirakyat.com.

TMMD ke-125 tahun ini dipusatkan di wilayah Kecamatan Ngusikan dan Kecamatan Kudu, dengan berbagai kegiatan fisik seperti pembangunan jalan dan perbaikan fasilitas umum, serta kegiatan non-fisik seperti penyuluhan, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial.

“Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat,”pungkasnya.

Dengan digelarnya gladi upacara ini, Kodim 0814/Jombang memastikan seluruh personel dan unsur pendukung siap untuk menyukseskan pelaksanaan TMMD selama satu bulan ke depan.

Profile Ngusikan
Kecamatan Ngusikan berjarak sekitar 26 km dari kantor  Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, terletak di bagian timur laut Kabupaten Jombang dan berada di utara Sungai Brantas.  Berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto di sebelah timur dan Kabupaten Lamongan di sebelah utara.

Kecamatan Ngusikan adalah kecamatan termuda di Kabupaten Jombang, dibentuk tahun 2001 hasil pemekaran dari Kecamatan Kudu, luas wilayah sekitar 34,98 km².

Jumlah penduduk sekitar 23.000-an jiwa (sekitar 23.797 jiwa pada 2024), menjadikannya kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit di Jombang. Terdiri dari 11 desa: Asemgede, Cupak, Keboan, Kedungbogo, Ketapangkuning, Kromong, Manunggal, Mojodanu, Ngampel, Ngusikan, Sumbernongko.

Bagian utara berupa kawasan perbukitan kapur yang merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng. Banyak lahan di utara dikelola oleh Perhutani untuk penanaman jati.

Desa Asemgede dan Cupak yang berada di kawasan perbukitan tersebut termasuk desa terisolir dan berpenduduk paling sedikit di Jombang, dengan warganya banyak bekerja sebagai petani jagung, gadung, dan porang.

Di kawasan perbukitan terdapat Gunung Pucangan, yang dikenal sebagai lokasi pertapaan dan makam Dewi Kili Suci, putri Raja Airlangga.

Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Pusat ekonomi terletak di Pasar Keboan, Desa Keboan, yang dilalui jalan Ploso-Mojokerto.

Ngusikan berada di posisi timur laut Kabupaten Jombang, berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto di sebelah timur dan Kabupaten Lamongan di sebelah utara. Lokasi ini berada di utara Sungai Brantas, merupakan salah satu kecamatan paling timur laut di wilayah Jombang. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (22): Kaum Papist Memuja Berhala Terkutuk

20 Juni 2026 - 18:44 WIB

Perampok Tusuk Korban 22 Kali Gondol Rp76 Juta, 12 Jam Sudah Diringkus Polisi

20 Juni 2026 - 18:17 WIB

Perampokan di Kandangtepus, Polisi Lumajang Meringkus Dua dari Empat Tersangka di Senduro

20 Juni 2026 - 17:31 WIB

Agus Salim dan Anas Burhani Sambut Masa Aksi Aliansi GMNI dan BEM Undar di DPRD Jombang

20 Juni 2026 - 16:27 WIB

Dokter Tifa Dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, setelah Ditetapkan sebagai Tersangka Bersama Roy Suryo

20 Juni 2026 - 08:54 WIB

Tak Ada Kenaikan Bunga KPR Subsidi Meski BI-Rate Naik

19 Juni 2026 - 21:37 WIB

PLN Sebut Kendala Pembangkit Terkait Pemadaman di Jawa

19 Juni 2026 - 21:28 WIB

Kereta Ekonomi Diskon 30 Persen Berlaku Mulai Besok

19 Juni 2026 - 21:13 WIB

Prosedur Lelang Proyek di BGN di Bawah SND, Pembela: Klien Saya Sony Sanjaya Selalu Prosedural

19 Juni 2026 - 17:30 WIB

Trending di Nasional