Penulis: Sapteng Mukti Nunggal | Editor: Yobie Hadiwijaya
MALANG, SWARAJOMBANG.COM-Durasi penyakit ISPA kini lebih lama akibat fenomena bediding. Masyarakat diimbau waspada dan menjaga daya tahan tubu
dr. Sri Amiretno Damayanti, Dokter Penanggung Jawab Puskesmas Polowijen menerangkan Infeksi saluran pernapasan akut kini durasinya lebih lama dari biasanya.
“Sakit batuk pilek yang semula seminggu kini bisa sampai sebulan,” ungkapnya, Jumat (11/7/2025).
Jumlah kunjungan pasien di Puskesmas Polowijen memang meningkat, tetapi tidak terlalu signifikan. Kenaikan ini juga terlihat karena masyarakat semakin waspada terhadap gejala.
Kondisi ini juga dipengaruhi libur sekolah yang membuat anak-anak lebih banyak di rumah. Aktivitas anak yang berkurang membantu menekan penularan ISPA.
Jika anak-anak sudah kembali masuk sekolah, diprediksi kasus ISPA akan meningkat drastis. Aktivitas berkerumun memicu penularan lebih cepat di lingkungan sekolah.
“Ketika satu anak tertular, sangat mungkin menyebar cepat ke anak lainnya. Cuaca mbediding membuat durasi sakit bisa lebih panjang dari biasanya,” ujar dr. Tanti.
Selain batuk dan pilek, demam juga mendominasi keluhan pasien anak. Orang tua diimbau lebih waspada dan menjaga daya tahan tubuh anak.
Puskesmas Polowijen mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami gejala. Edukasi menjaga kebersihan dan memakai masker terus digencarkan.***











