Menu

Mode Gelap

Nasional

Karles Rompas Penjaga Rumpon di Manado 45 Hari Hanyut Bersama Rakit Kecil Hingga Samudrea Pasific

badge-check


					Karles Rompang seorang penjaga rumpon di Manado, mengalami kejadian yang luas biasa. Tali pengikat rumpon dengan rakitnya terputus, menyebabkan dia hanyut selama 45 hari hingga ditemukan kembali 15 Desember 2025 di perairan Jayapura Utara, mamuk ke Samudera Pasific. Foto: harianterbarupapua.com Perbesar

Karles Rompang seorang penjaga rumpon di Manado, mengalami kejadian yang luas biasa. Tali pengikat rumpon dengan rakitnya terputus, menyebabkan dia hanyut selama 45 hari hingga ditemukan kembali 15 Desember 2025 di perairan Jayapura Utara, mamuk ke Samudera Pasific. Foto: harianterbarupapua.com

Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno

JAYAPURA, SWARAJOMBANG.COM – Bayangkan sendirian berada di rakit ketil di lautan luas, tanpa peta, tanpa sinyal, hanya ombak ganas dan angin ribut yang menjadi teman. Itulah mimpi buruk yang dialami Karles Rompas, nelayan tangguh asal Manado, Sulawesi Utara.

Selama 45 hari terombang-ambing di Samudra Pasifik yang tak kenal ampun, pria ini bertarung mati-matian melawan kelaparan, haus, dan keputusasaan – hingga akhirnya diselamatkan oleh tangan-tangan penyelamat di perairan Jayapura, Papua.

Ditemukan dalam kondisi lemas tapi masih bernapas, Karles kini berbagi kisah mengerikan itu dari Dok V Kota Jayapura.

“Satu bulan dua minggu saya hanya lihat laut, Mas. Saya mendayung tanpa tahu arah. Setiap hari saya bertanya pada diri sendiri: besok masih hidup nggak ya?” lirihnya dengan suara parau, mata masih menyimpan bayang-bayang kengerian, seperti dilansir nabirenews.com pada Rabu (17/12/2025).

Petaka bermula di perairan Manado, saat Karles bertugas menjaga rumpon. Angin kencang dan gelombang raksasa menerjang, tali pengikat putus seketika. Rakit kecilnya pun terseret arus ganas, meluncur sejauh 114 mil laut menuju utara Jayapura. Di tengah samudra yang tak bertepi, stok beras perbekalan menipis, air tawar langka.

Ia bertahan dengan ikan mentah hasil pancingan, buru-buru ditelan untuk meredam lapar yang menggerogoti perut. “Doa jadi sahabat satu-satunya,” ungkapnya, “saya berdoa terus, minta Tuhan kasih kekuatan.”

Puncaknya, pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 06.00 WIT, nelayan lokal bernama Buhari melintas di perairan utara Jayapura. Awalnya, ia mengira tumpukan kayu terapung itu hanyalah sampah laut. Tapi saat mendekat, terdengar suara lemah: “Tolong… tolong saya!”

Karles dievakuasi segera, kini istirahat di rumah Buhari sambil menanti kepulangan ke Manado. Kisahnya jadi pengingat: di tengah lautan kejam, harapan dan keberanian bisa menaklukkan segalanya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:07 WIB

PUPR Jombang Kebut Perbaikan Jalan dan Prasarana Sambut Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:35 WIB

Terbongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Bareskrim Tangkap 12 Tersangka Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:49 WIB

Masih Uji Coba di China, CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:57 WIB

Polres Bangkalan Amankan Tiga Tersangka Kekerasan Seksual Anak

21 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu Orang Tewas Dua Lainnnya Tetimbun 6 Rumah Rusak, Pasca Ledakan Besar di Polonia Medan

21 Juli 2026 - 09:31 WIB

Presiden Prabowo Umumkan RI Punya Bank Emas Simpan 153 Ton Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 07:58 WIB

Hotman Paris Dikepung Lima Masalah Besar Pasca Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

21 Juli 2026 - 07:38 WIB

Polisi Sampang Ringkus 17 dari 27 Tersangka Pelaku Perundungam Seksual, Korban Diancam Dibunuh

20 Juli 2026 - 23:16 WIB

Trending di Nasional