Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
TOLITOLI . SWARAJOMBANG.COM– Jembatan gantung putus di Dusun Penyapu, Desa Galumpang, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, saat dilintasi rombongan pengantin pada Minggu sore, 7 September 2025.
Akibat insiden tersebut, beberapa orang terjatuh dari jembatan. Empat di antaranya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Mokopido Tolitoli untuk mendapatkan perawatan. Evakuasi korban dilakukan dengan cepat oleh warga dan pihak terkait setelah jembatan putus.
Jembatan gantung sepanjang sekitar 11 meter dan lebar 4 meter ini menjadi jalur vital bagi warga Desa Galumpang. Jembatan ini menghubungkan kedua sisi Sungai Galumpang yang sering dilintasi untuk berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk menuju lokasi acara pernikahan yang terjadi saat insiden. Diduga jembatan tidak mampu menahan beban yang melebihi kapasitasnya sehingga akhirnya putus saat dilalui rombongan.
Hingga kini, identitas korban belum dipublikasikan secara resmi, dan pihak kepolisian bersama pemerintah setempat masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek Dako Pamean, IPDA Sugiartha, dan Humas Polres Tolitoli, IPTU Budi Atmojo, mengonfirmasi bahwa data identitas korban masih dalam proses pengumpulan.
Tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendampingi proses evakuasi korban ke rumah sakit. Insiden ini menjadi perhatian serius warga dan pemerintah daerah karena jembatan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat di kawasan ini.
Jarak antara Dusun Penyapu, lokasi jembatan putus, ke kantor Pemerintah Kabupaten Tolitoli di Kota Tolitoli diperkirakan sekitar 30-35 kilometer. Perjalanan biasanya ditempuh melalui jalan darat yang menghubungkan desa dengan pusat pemerintahan kabupaten.
Insiden ini mengingatkan pentingnya pemeliharaan dan pengawasan terhadap infrastruktur vital guna mencegah kecelakaan serupa di masa depan.**











