Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Viralnya kasus pedagang es gabus Suderajat (49) kini berubah jadi gelombang kepedulian: warga ramai bantu, Pemkab Bogor beri sembako serta biaya sekolah anaknya, dan Kapolres Depok datang langsung ke rumahnya dengan hadiah motor baru pada Selasa (27/1/2026).
Semakin ramai warga berdatangan ke rumah Suderajat untuk memberikan bantuan. Kapolres Depok Kombes Abdul Waras pun menyambangi kediamannya di Kampung Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor—wilayah dekat Depok yang jadi basis jualannya.
Kapolres membawa satu unit motor sebagai tanda perhatian. Sore itu, Suderajat langsung mencoba motor barunya di hadapan Kapolres.
“Ya, benar bapak ini warga Depok, jadi tanggung jawab saya juga. Semoga motor ini bermanfaat!” kata Abdul Waras.
Tak berhenti di situ, Kapolres menyerahkan amplop berisi uang sambil berkata, “Ini untuk modal usaha ya, Pak!” Suderajat membungkuk menyapa dua kali sebagai ucapan terima kasih. Kapolres juga berdoa agar Suderajat selalu sehat.
Sebelumnya, Pemkab Bogor telah menyediakan bantuan sembako untuk Suderajat dan keluarganya, plus komitmen mendukung pendidikan anak-anaknya.
Reaksi masyarakat kian membuncah. Banyak yang membagikan ulang video interogasi Suderajat oleh dua petugas polisi dan Babinkamtibmas, saat mereka memeras es gabus jualannya hingga kempis seperti spons, lalu membakarnya. Kesimpulan awal: es itu terbuat dari spons.
“Dah ini makan ini… Sampai kamu muntah!” tegas petugas. Namun Suderajat tetap nekat memakannya tanpa gentar.
Petugas dan Babinsa lalu mengingatkan ibu-ibu dan warga agar waspada. “Ini es dari spons! Bahaya kalau dikonsumsi,” pesan mereka. Langkah ini bagian dari respons aparat menjaga kesehatan publik di tengah marak makanan olahan tak sehat.
Namun, Polres Metro Jakarta Selatan melakukan pemeriksaan lebih teliti lewat uji laboratorium pada es gabus Suderajat. Hasilnya mengejutkan: es tersebut aman dan layak dimakan.
Polisi segera klarifikasi secara terbuka, memastikan es gabus itu bukan spons, lalu meminta maaf kepada Suderajat dan masyarakat.
Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Polres Metro Jakarta Pusat, menyampaikan permintaan maaf publik.
Ia mengakui terburu-buru tanpa bukti ilmiah, mewakili diri dan Babinsa atas tuduhan es pedagang Suderajat berbahan spons.
Video maaf itu dirilis 27 Januari 2026 via Humas Polres Metro Jakarta Pusat. Ikhwan meminta maaf ke Suderajat, warga, dan institusi karena menimbulkan kegaduhan viral. Ia tekankan niat baik untuk edukasi keselamatan, tapi janji verifikasi lebih ketat ke depan.
Permintaan maaf disampaikan di Aula Mako Polsek Kemayoran, didampingi Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar dan pelapor warga. Kasus ini jadi pelajaran aparat hindari kesimpulan tergesa.
Polres Metro Jakarta Pusat meminta maaf atas tuduhan keliru terhadap pedagang es kue jadul Suderajat, yang dicurigai pakai spons. Insiden ini di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, dipicu laporan warga yang memicu pemeriksaan awal oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa.
Kejadian
Pada 24 Januari 2026, warga M. Arief Fadillah laporkan dugaan es gabus berbahan spons via call center 110, sehingga polisi dan TNI periksa pedagang dengan memeras dan membakar sampel—video yang viral.
Uji lab Polres Metro Jakarta Pusat bukti es aman, bukan spons. Video tuduhan awal picu kegaduhan publik.
Suderajat lega pasca klarifikasi, sementara polisi tekankan komitmen verifikasi tepat cegah salah paham. Kasus ini pelajaran edukasi soal informasi viral.
Polres Metro Jakarta Pusat minta maaf setelah salah tuduh pedagang es kue Suderajat pakai spons, terbukti aman via uji lab. Berikut kronologi lengkap berdasarkan laporan media.
Kronologi
-
24 Januari 2026, pagi: Warga M. Arief Fadillah (43) beli es gabus jadul dari Suderajat (49) di Utan Panjang III, Kemayoran, Jakpus, lalu curiga berbahan spons (PU Foam).
-
24 Januari 2026, siang: Arief laporkan via Call Center Polri 110; tim piket Reskrim Polsek Kemayoran dan Babinsa Utan Panjang datangi lokasi.
-
Pemeriksaan awal: Aparat amankan es gabus, agar-agar, cokelat meses; peras sampel (tak hancur), bakar (meleleh), lalu tuduh spons bedak secara verbal; video viral.
-
Paksaan pedagang: Babinsa paksa Suderajat makan es yang sudah diperas (“Habisin, telan!”); Suderajat dipanggil ke polsek untuk pemeriksaan.
-
Uji lab cepat: Tim kesehatan Polres Metro Jakpus periksa sampel; hasil aman, bukan spons.
Klarifikasi dan Maaf
-
25 Januari 2026: Suderajat pulang ke Depok dengan ganti rugi barang dagangan; Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra konfirmasi es layak konsumsi via Dinkes dan Labfor.
-
26-27 Januari 2026: Aiptu Ikhwan Mulyadi (Bhabinkamtibmas) akui salah, minta maaf publik karena tak verifikasi dulu; video permintaan maaf dirilis. **











