Menu

Mode Gelap

Headline

Verifikasi Korban Keracunan MBG di Mojokerto 349 Anak, 159 Masih Dirawat

badge-check


					Operasional dapur produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03  dihentikan sementara, berada di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Foto: Instagram@kabatredepanmojokerto
Perbesar

Operasional dapur produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 dihentikan sementara, berada di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Foto: Instagram@kabatredepanmojokerto

Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno

MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM – Jumlah korban keracunan massal akibat mengonsumsi soto ayam MBG di Kabupaten Mojokerto mencapai 349 orang per Senin (12/1/2026), ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, Teguh Gunarko.

Angka tersebut dirangkum dari laporan 13 fasilitas kesehatan di Kecamatan Kutorejo, Pacet, dan sekitarnya.

Di antaranya, RSUD Prof dr Soekandar menangani 42 pasien, sementara RS Sumberglagah merawat 27 orang.  Saat ini, 159 korban masih menjalani perawatan, sedangkan 190 lainnya telah pulang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Mojokerto telah memverifikasi data melalui koordinasi dengan Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Gigih Setijawan.

Teguh menyampaikan pembaruan ini sekitar pukul 12.00 WIB, sambil menanti laporan lanjutan dari RS Sumberglagah dan RSUD dr Wahidin Sudirohusodo.

Pernyataan Dinkes juga menekankan upaya penanganan maksimal untuk semua korban, termasuk santri, siswa, guru, serta orang tua. Insiden ini berawal dari penyajian 2.679 porsi soto ayam MBG di sekitar 20 sekolah dan pesantren di Kutorejo pada Jumat malam (9-10/1/2026).

Gejala yang dialami meliputi mual, muntah, pusing, demam, serta diare. Sementara itu, operasional SPPG di Desa Wododadi ditangguhkan.

Tim gabungan dari Dinkes, Polres Mojokerto, dan Kodim setempat sedang menyelidiki kasus ini, yang menyasar ponpes seperti Al Hidayah dan Annur, serta sekolah negeri/swasta di Desa Wododadi serta Singowangi.

Korban didominasi anak-anak, meski ada pula orang dewasa yang ikut terdampak setelah membawa pulang makanan.

Sekda Teguh Gunarko dan dr Gigih Setijawan menegaskan bahwa penanganan korban terus dilakukan secara intensif. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

“Menolak Punah” dan “Pesta Babi”: Antara Kebenaran, Perjuangan dan Larangan!

9 Mei 2026 - 21:46 WIB

Calon Cobek Terbesar di Indonesia untuk Festival Rujak Uleg 2026 Hari Jadi 733 Surabaya

9 Mei 2026 - 20:35 WIB

Tambah Lagi Insiden Tewas Terjun dari Jembatan Cangar: Kasus Keempat Maret- 8 Mei 2026

9 Mei 2026 - 19:01 WIB

Jembatan H Jusuf Hamka Membentang di Sungai Brantas di Jipurafah Plandaan, 24 x 4.5 M Biaya Rp 850 Juta

8 Mei 2026 - 19:50 WIB

Gunung Dukono Maluku Utara Meletus: Warga Jepang dan Cina Tewas, 18 Pendaki Butuh Dievakuasi

8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Gunung Dukono, wilayah Maluku Utara, Jumat pagi, 8 Mei 2026. Ternyata sedang ada puluhan wisatawan asing dan domestik sedang berada di puncak. Akibatnya, dua orang tewas dari Cuna dan Jepang. Lima orang luka ringan. Madih ada 18 pendaki butuh bantuan dari BPBD untuk dievakuasi. Foto: instagram@maluku_utara

Beroperasi Sejak 2017, Poltabes Ringkus 14 Sindikat Perjokian Tes Masuk ke Unesa Surabaya

8 Mei 2026 - 16:20 WIB

Catur Adi: Saya Minta Dihukum Mati Saja! Hakim Tipikor Vonis 13 Penjara Dirut Persiba Balikpapan

8 Mei 2026 - 14:49 WIB

4 Gempa Kamis 7 Mei 2026: Terbesar di Selat Sunda Magnetudo 4.6 Tanpa Tsunami

8 Mei 2026 - 09:21 WIB

Bahas Raperda Keamanan Masyarakat, Kartiyono: Libatan Masyarakat Sebanyak-banyaknya

7 Mei 2026 - 19:07 WIB

Trending di Headline