Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
BEKASI, SWARAJOMBANG.COM– Longsor gunungan sampah setinggi 50 meter di Tempat Pembuangan Sementara Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, pada Minggu (8/3/2026) pukul 14.30 WIB
Insiden ini menewaskan 7 orang, melukai 6 lainnya, dan menyisakan 1 korban hilang. Insiden di Zona 4 ini menimpa 5 truk pengangkut sampah, 1 warung warga, serta pekerja yang sedang antre.
Memicu evakuasi darurat oleh 350 personel gabungan.
Longsor terjadi saat volume sampah membengkak akibat hujan deras sepekan terakhir, ditambah beban truk yang mengantre. Gunungan sampah menutupi area seluas 2 hektar.
Juga merusak infrastruktur TPST yang dikelola PT Panecon Lestari Jaya.
Basarnas mencatat longsor memicu longsor sekunder kecil pada Senin malam, menyulitkan operasi.
Update Korban
Hingga Senin (9/3/2026) pukul 22.00 WIB, korban tewas bertambah menjadi 7 orang setelah ditemukannya Hardianto (35, pekerja TPST) pukul 17.50 WIB.
Enam orang selamat dengan kondisi syok dan luka ringan, dirawat di RSUD Bekasi.
Satu korban hilang, diduga sopir truk, masih dicari. Total 350 personel dikerahkan: 150 Basarnas, 100 BPBD, 50 TNI/Polri, dan 50 relawan, didukung 5 ekskavator, 3 bulldozer, serta drone termal.
Operasi SAR dilanjutkan 24 jam hingga target selesai Selasa (10/3).
Daftar Korban Tewas (7 Orang):
* Enda Widayanti (25), pemilik warung
* Sumine (60), pemilik warung
* Dedi Sutrisno (40), sopir truk
* Irwan Supriatin (38), sopir truk
* Jussova Situmorang (32), pekerja TPST
* Hardianto (35), pekerja TPST, ditemukan 9/3 pukul 17.50 WIB
* Ahmad Fauzi (42), sopir truk, ditemukan 9/3 pukul 20.15 WIB (update Basarnas)
Korban Selamat (6 Orang):
* Budiman (sopir truk)
* Johan (pekerja)
* Afifudin Slamet (sopir truk)
* Ato (pekerja), ditemukan 9/3 pukul 16.57 WIB
* Dofir (pekerja), ditemukan 9/3 pukul 16.57 WIB
* Rina (pembantu warung), dievakuasi 8/3 pukul 18.30 WIB
Respons Pemerintah
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq tiba di lokasi Senin sore, memanggil direktur PT Panecon untuk audit pengelolaan.
“Kami perintahkan penutupan sementara Zona 4 dan relokasi sampah ke TPA lain,” ujarnya.
Penyelidikan gabungan Kementerian LHK, BNPB, dan Kejaksaan Agung dimulai untuk cek kelalaian.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto beri santunan Rp50 juta per keluarga korban tewas.
Secara nasional, longsor sampah telah tewaskan 162 orang sejak 2010 (data BNPB), termasuk insiden Sarimukti 2024 (12 tewas).**











