Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Triwulan I 2026 Tarif ListrikTidak Naik

badge-check


					Ilustrasi pemadaman listrik di wilayah Jombang, pukul 09.00-16.00 WIB, kamis 22 Januari 2026. Foto: dok/ kredonews.com Perbesar

Ilustrasi pemadaman listrik di wilayah Jombang, pukul 09.00-16.00 WIB, kamis 22 Januari 2026. Foto: dok/ kredonews.com

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pemerintah menetapkan tarif listrik periode triwulan pertama tahun 2026 tidak mengalami kenaikan harga. Kebijakan strategis ini mulai berlaku efektif untuk seluruh golongan pelanggan sejak Kamis (1/1/2026).

PT PLN menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan pemerintah demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat luas. Perseroan berkomitmen keras dalam menjaga keandalan pasokan listrik serta kualitas layanan selama periode awal tahun.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno memberikan penjelasan tersebut. Ia menyebut penyesuaian tarif pelanggan nonsubsidi biasanya dilakukan rutin setiap tiga bulan sesuai parameter ekonomi makro.

Tri memerinci empat indikator penentu harga meliputi nilai kurs, inflasi, harga batubara, serta Indonesian Crude Price. Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 menjadi landasan hukum utama dalam proses perhitungan tersebut.

“Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan. Namun untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” kata Tri.

Pemerintah juga memastikan tarif listrik bagi 25 golongan pelanggan subsidi tidak akan mengalami perubahan beban biaya. Kebijakan tersebut bertujuan memberi ruang gerak bagi masyarakat dalam mengelola pengeluaran keuangan pada awal tahun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyambut positif ketetapan pemerintah terkait tarif listrik tanpa adanya kenaikan. Darmawan menilai keputusan penting ini sangat membantu masyarakat mengatur kebutuhan rumah tangga secara lebih baik.

“Awal tahun cenderung diiringi berbagai kebutuhan rumah tangga dan aktivitas usaha yang kembali berjalan. Dengan tarif listrik yang tidak naik, masyarakat memiliki kepastian dalam mengatur pengeluaran sehingga daya beli dapat tetap terjaga,” ujar Darmawan.

Pihaknya akan terus mengoptimalkan efisiensi operasional agar pelanggan bisa menikmati layanan listrik yang sangat aman. Dia menjamin pasokan energi listrik tetap andal demi mendukung seluruh produktivitas warga di seluruh wilayah.

“Bagi kami, listrik bukan sekadar layanan, tetapi fondasi aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, kami memastikan pasokan listrik terus andal dan layanan terus ditingkatkan, agar masyarakat dapat menjalani awal tahun dengan lebih tenang dan produktif,” kata Darmawan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua Kadin: Pelaku Usaha Seperti Ayam Petelur Stres

30 April 2026 - 19:43 WIB

Dugaan Korupsi Rp 268 Miliar, Kejati Menahan Arinal Djunaidi Mantan Gubernur Lampung

28 April 2026 - 23:32 WIB

163 Gerai KDMP Jombang Sudah Rampung 100 %, Hari Purnomo: Masalah Utama Ketersediaan Lahan

28 April 2026 - 16:11 WIB

Ujicoba B50 untuk Diesel Lokomotif KAI Lempuyangan – Yogyakarta, Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun/ Tahun

27 April 2026 - 18:40 WIB

Kementrian ESDM uji coba BBM B50, pafa mesin diesel KAI . Jika uji coba ini sukses maka RI bisa beremat devisa hingga Rp 157 triliun/ tahun. Foto: Liputan6

ESDM Dorong Energi Alternatif, CNG dan DME Jadi Opsi

27 April 2026 - 15:56 WIB

B50 Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

27 April 2026 - 15:41 WIB

Dunia Terpukul Kenaikkan Harga Minyak Mentah $US107/Barel, Subsudi BBM RI Bisa Melonjak Hingga Rp500 Triliun

27 April 2026 - 10:56 WIB

Ilustrasi kenaikkan harga minyak dunia Senin, 27 April 2026, tembus $US107/ barel kondisi ekonomi dumia masih mencekam. Foto: liputa6

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Selama 60 Hari Agar Tekan Harga

26 April 2026 - 19:33 WIB

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Trending di Ekonomi