Penulis : Sri Muryanto | Redaktur: Priyo Suwarno
SEMARANG, SWARAJOMBANG.COM – Banjir bandang akibat tanggul Sungai Karangmalang jebol di Kecamatan Mijen, Semarang, pada 10 Februari 2026 malam, menyebabkan satu siswi SMA yang jenazahnya ditemukan, sementara satu siswi SMP masih hilang hingga hari kelima pencarian pada Sabtu (14/2/2026).
Pejabat SAR Moel Wahyono dan Kepala BPBD Semarang Endro Pudyo Martanto menegaskan bahwa operasi pencarian korban tetap berlanjut hingga akhir pekan ini.
Fahma Chusnun Nida (16), siswi SMAN 12 Semarang, menjadi korban pertama yang ditemukan dalam kejadian hanyutan di Sungai Karangmalang, Mijen, 11 Februari 2026 pukul 06.00-07.00 WIB.
Posisi korban berada di Sungai Cepoko/Kranji, Kaligetas, Mijen, berjarak 8 km dari lokasi kejadian. Setelah dievakuasi tim SAR gabungan, jenazah dibawa ke rumah duka Dusun Gares, Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kendal, untuk dimakamkan.
Motor Honda Beat miliknya ditemukan pada 12 Februari 2026, sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Sementara itu, Nadia Eka Kurniawati (13), siswi SMP, masih belum ditemukan hingga kini.
Kronologi
Peristiwa bermula pada pukul 19.00 WIB, 10 Februari 2026, saat tanggul Sungai Karangmalang jebol usai hujan deras mengguyur wilayah Mijen. Arus banjir deras menjang Jembatan Desa Krajan.
-
19.05 WIB : Fahma Chusnun Nida (16) yang mengendarai Honda Beat terseret arus saat melintas di jembatan tersebut.
-
19.10 WIB : Nadia Eka Kurniawati (13) sama Honda Scoopy sambil membonceng Alfa Ayuda Inara (14) sama. Alfa di kursi pengemudi, kepala Nadia di mesin. Hingga kini, pencarian motor Scoopy belum membuahkan hasil.
-
19.30 WIB : Polsek Mijen menima laporan pertama dari warga, diikuti upaya pencarian mandiri oleh masyarakat.
Pada 11 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, jenazah Fahma ditemukan dalam jarak 8 km dari lokasi. Ya, pada 12 Februari, mesin Honda Beat-nya sudah 500 meter sebelum tanggal start.
Hingga 13 Februari 2026 (hari keempat), tim SAR gabungan Basarnas menyisir area darat hingga Waduk Jatibarang dan Jembatan Cepoko, namun belum ada temuan baru terkait Nadia.
Moel Wahyono, Kepala Pelaksana Basarnas Semarang, mengkonfirmasi kronologi lengkap serveta menjelaskan bahwa kedua kasus ini terpisah.
Polsek Mijen menangani laporan awal dan koordinasi dengan warga, sementara Kepala BPBD Endro Pudyo Martanto memperbarui status penyisiran di Jembatan Cepoko. Polrestabes Semarang lebih fokus pada upaya mempublikasikan peringatan banjir umum.
Bencana ini memicu curah hujan ekstrem yang memicu luapan sungai. Pasca-insiden, warga sekitar aktif membersihkan sampah di sungai. Pencarian Nadia terus dilanjutkan, serta ajakan doa publik melalui media sosial.**











