Menu

Mode Gelap

Nasional

Muncul Isu 48 Jam sebelum Serangan ke Iran, Barron Trump Borong Minyak Rp 493 Triliun

badge-check


					Barron Trump adalah anak presiden Amerika, Donald Trump. Ia diisukan telah memborong pembelian minyak senilai Rp 493 triliun 48 jam sebelum terjadi serangan ke Iran. Foto: Instagram@barrotrump Perbesar

Barron Trump adalah anak presiden Amerika, Donald Trump. Ia diisukan telah memborong pembelian minyak senilai Rp 493 triliun 48 jam sebelum terjadi serangan ke Iran. Foto: Instagram@barrotrump

Penulis: Jacobus E. Lato  |   Editor: Priyo Suwarno

AMERIKA, SWARAJOMBANG.COM- Muncul isu paling gress, menyebutkan bahwa  Barron Trump — anak preside Amerika Serikat Donald Trump– telah memborong minyak senilai $US 30 juta (sekitar Rp 493 triliun) hanya 48 jam sebelum pecahnya konflik dengan Iran.

Investasi bernilai gajah ini tepat saat pasar energi global mulai terguncang oleh serangkaian guncangan besar. Waktu pembelian tersebut mendapat sorotan tajam setelah Qatar mengumumkan keadaan darurat dan menghentikan seluruh produksi gas.

Namun berita ini belum memperoleh verifikasi valid, karena tidak melampirkan data- data pembelian seperti yang dimaksud dalam unggahan ini. Rumor ini muncul di Instagram, Facebook, dan X (Twitter), sering dikaitkan dengan diskusi Reddit tanpa tautan spesifik atau data transaksi.

Postingan tersebut berspekulasi soal “pembelian komoditas minyak” Barron, tapi tidak menyertakan sumber primer seperti laporan bursa atau pengungkapan keuangan.

Serangan AS di bawah Presiden Trump ke fasilitas Iran memang memicu volatilitas harga minyak global, dengan laporan lonjakan akibat risiko pasokan dari Teluk Persia. Namun, tidak ada media arus utama yang menyebut keterlibatan Barron Trump dalam transaksi apa pun terkait timing tersebut.

Secara bersamaan, Presiden Putin mengancam akan menghentikan pasokan gas Rusia ke Eropa, sementara IRGC mengklaim kendali penuh atas Selat Hormuz, demikian dikutip dari unggahan Instagram@techtimesofficial, Jumat 6 Maret 2026.

Gangguan pasar ini bertepatan dengan pemberontakan legislatif di Washington, di mana Kongres voting untuk memblokir perintah Presiden Trump untuk melakukan serangan baru. Meskipun demikian, Pentagon tetap melanjutkan permintaan dana sebesar $50 miliar setelah kehilangan hampir $2 miliar peralatan.

Di garis depan, korban manusia terus bertambah setelah serangan AS menenggelamkan kapal perang Iran, meninggalkan 150 orang hilang. Dalam eskalasi lebih lanjut, Rusia bersiap untuk merebut situs nuklir Iran setelah kehilangan kontak dengan kepemimpinan nuklir Tehran.

Seiring dengan kapasitas penyimpanan minyak di Arab Saudi yang mencapai batas maksimal, investasi putra Presiden menyoroti manuver keuangan berisiko tinggi yang terjadi bersamaan dengan perang. Komunitas internasional kini mempertanyakan perpotongan antara kepentingan swasta dan serangan “Big Wave” yang sedang berlangsung.m**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Revolusi Jensen Huang 500 Kali Lebih Efisien: Komputasi SaaS Menjadi GaaS

1 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Trending di Nasional