Penulis: Agus Raka | Editor: Gandung Kardiyono
YOGYAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Tradisi berbagi takjil di bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana hangat di Yogyakarta.
Dari masjid hingga ruang publik, aksi sosial ini menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kegiatan komunitas Agus Bumi Indonesia (ABI), sebuah perkumpulan unik yang anggotanya memiliki kesamaan nama: Agus.

Tradisi berbagi ini bukan sekadar memberi makanan, melainkan menumbuhkan solidaritas sosial
Pada Kamis sore (5/3), ABI kembali turun ke jalan dengan membawa ratusan nasi box untuk dibagikan di kawasan ikonik Tugu Pal Putih.
Pasar Kranggan menjadi titik awal, di mana lebih dari 200 paket berbuka disalurkan kepada pedagang, pekerja, pengemudi becak, hingga ojek online.
Antusiasme warga begitu terasa banyak yang rela berhenti sejenak demi menerima bingkisan berbuka.
Tak berhenti di sana, aksi berlanjut ke selatan perempatan Tugu.
Pedagang, tukang becak, hingga pengendara sepeda dan motor tampak antusias menghentikan laju kendaraan mereka untuk menerima sedekah berbuka dari para anggota ABI.
Komunitas ini berdiri sejak 2016 dan kini memiliki ratusan anggota di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Ketua ABI, Agus Widyatmaka, menegaskan bahwa program berbagi takjil adalah agenda rutin setiap Ramadhan, dengan lokasi yang selalu berganti.
Semua kegiatan didukung oleh donasi internal anggota, memperlihatkan semangat gotong royong yang kuat.
Selain di ruang publik, ABI juga kerap hadir di panti asuhan. Di sana, mereka tak hanya membagikan takjil, tetapi juga berbuka bersama anak-anak, menciptakan momen penuh kehangatan.
Tradisi berbagi ini bukan sekadar memberi makanan, melainkan menumbuhkan solidaritas sosial.**











