Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Sound Horeg Ancam Telinga dan Tumbuh Kembang Anak

badge-check


					Dokter RSPAL Dr Ramelan Surabaya Chonifa Wahyurini saat ditemui RRI di Kantornya, Minggu (6/7/2025) (Foto: RRI/Atit Sasono) Perbesar

Dokter RSPAL Dr Ramelan Surabaya Chonifa Wahyurini saat ditemui RRI di Kantornya, Minggu (6/7/2025) (Foto: RRI/Atit Sasono)

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Fenomena sound horeg tak sekadar soal hiburan dan dentuman musik keras. Dibalik gemuruhnya, tersembunyi ancaman serius bagi kesehatan telinga dan tumbuh kembang anak.

Menurut Dokter RSPAL dr. Ramelan Surabaya Chonifa Wahyurini, paparan suara keras dapat merusak pendengaran secara permanen. “Telinga bisa kehilangan pendengaran akibat paparan sound horeg yang melebihi 85 desibel,” ujarnya kepada RRI, Minggu (6/7/2025).

Ia menegaskan, kemampuan pendengaran manusia hanya mampu menerima intensitas suara sebesar 85 dB selama 30 menit. Jika melebihi durasi itu, telinga akan mengalami fatrik atau kelelahan pendengaran yang bersifat merusak.

“Berdasarkan penelitian, sound horeg pasti di atas 85 desibel,” ujarny Chonifa. Ia menyebutkan jenis kebisingan ini kerap digunakan tanpa batas waktu dalam kegiatan hiburan masyarakat.

Dampaknya tak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga berpengaruh besar terhadap bayi dan anak-anak. Menurutnya, paparan suara ekstrem dapat memicu gangguan tidur, kecemasan, hingga stres pada anak.

“Anak-anak jadi mudah emosi, sulit konsentrasi, dan akhirnya produktivitasnya terganggu,” ujarnya. Gangguan ini, lanjutnya, berpotensi memengaruhi proses tumbuh kembang secara jangka panjang.

Lebih lanjut, sound horeg juga bisa mengganggu masyarakat sekitar dalam hal ketenangan dan kualitas hidup. Bising yang terus-menerus menciptakan tekanan psikologis, bahkan memicu konflik sosial di lingkungan. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Viral Achmat Syahri Main Games dan Merokok Saat Rapat, Besok akan Diperiksa Partai Gerindra

14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Kasus Hantavirus di Indonesia, Mayoritas Tipe HFRS

11 Mei 2026 - 20:50 WIB

Keracunan Menu MBG Timpa 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya, Baru Pertama Dapat Sajian Daging

11 Mei 2026 - 19:14 WIB

Gegara Sepatu Kekecilan, Mandala Siswa SMP 4 Samarinda Meninggal Dunia

4 Mei 2026 - 14:58 WIB

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Trending di Headline