Menu

Mode Gelap

Pendidikan

SMK Muhammadiyah Purwodadi Kembangkan Motor elektrik, Menko Muhadjir: Wujud Kolaborasi

badge-check


					Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau pembuatan motor listrik di SMK Muhammadiyah Purwodadi, Jawa Tengah. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau pembuatan motor listrik di SMK Muhammadiyah Purwodadi, Jawa Tengah. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Hadi S Purwanto

JAKARTA, SWARAJOMBANG.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sangat mendukung langkah SMK Muhammadiyah Purwodadi, Jawa Tengah yang sedang mengembangkan kendaraan bermotor elektrik.

Apalagi sudah bekerja sama dengan industri pemasok baterainya untuk standar sepeda motor listrik tersebut. Sekaligus ini meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan lulusan sekolah dengan dunia industri.

“Saya kira hal tersebut sebagai wujud kolaborasi antara dunia industri dengan dunia pendidikan. Tinggal nanti bagaimana uji kelayakannya akan kita koordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait, sehingga motor tersebut dapat segera dipasarkan,” kata Muhadjir saat meresmikan Gedung Teaching Factory Teknik Otomotif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Purwodadi, Minggu (12/02/2023).

Muhadjir mengatakan, kemitraan dunia industri dengan dunia pendidikan semakin nyata di seluruh Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa revitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia sudah berjalan dan berkembang sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Teaching factory ini sebagai tempat untuk berlatih para siswa agar pengalaman kerjanya lebih mendekati kepada dunia industri yang sesungguhnya. Sehingga saat dia (siswa) benar-benar masuk dunia kerja tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi,” kata Mendikbud pada Kabinet Jokowi Jilid Satu ini.

Teaching factory merupakan program yang menjembatani antara sekolah dengan dunia industri atau usaha yang memiliki kesamaan bidang keterampilan. Sehingga program tersebut mendidik siswa SMK agar mampu memproduksi barang ataupun jasa layaknya perusahaan.

Selain itu, pembelajaran dengan teaching factory bertujuan untuk melatih siswa terampil dan kompeten. Sekaligus para siswa juga memiliki sikap mental dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Fasilitas-fasilitas yang tersedia di gedung teaching factory seluas 385 meter persegi itu meliputi ruang service ddvisor dan kasir, ruang tunggu atas dan bawah, ruang bahan dan alat, ruang rapat, peralatan spooring 3D , balancing , two postlift, scaner, gas analizer , service AC mobil, jamper accu, ganti oli matic, tire changer, dan over haul

Turut hadir pada acara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah VIII Nur Nikmah Baiti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Wasidiono, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Bahrun, Ketua PWM Jawa Tengah H. Tafsir, Ketua PDM Purworejo H. Pudjiono, dan Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi Sumarjo beserta jajarannya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Obat Termahal di Dunia Namanya Casgevy Rp35 M/Suntik, untuk Terapi Thalassemia dan Anemia Sel Sabit

18 Maret 2026 - 11:12 WIB

Keputusan MK: Cabut Hak Pensiun Anggota DPR, Hasil Perjuangan Lita Gading dan Syamsul

16 Maret 2026 - 18:58 WIB

Bupati Warsubi Resmikan Gedung Al Aimmah dan Open House Ponpes Modern El-Haq Putra di Bareng

25 Januari 2026 - 19:20 WIB

Menteri Mochamad Irfan Didampingi Bupati Jombang Resmikan AIM dan AIBIS Milik Ponpes Al-Aqobah

25 Januari 2026 - 15:46 WIB

Kontrak Rp 1,65 Triliun, Waskita Karya Bangun 5 Sekolah Rakyat Termasuk di Jombang

22 Januari 2026 - 11:58 WIB

SDN 1 Batuporo Timur Sampang Punya 33 Siswa, tetapi Tiap Hari Terima 63 Porsi MBG

21 Januari 2026 - 19:51 WIB

Dua Remaja Pelajar SMP Digerebek Warga Kabuh Jombang, Tertangkap Basah Mesum di Kuburan Malam Hari

20 Januari 2026 - 19:38 WIB

Orang Tua dan Sekolah Minta Evaluasi Total Pasokan Makanan dari SPPG Miftahul Ulum

20 Januari 2026 - 18:50 WIB

Bantah Pungli SMAN Bandarkedungmulyo Rp3.320 Juta, Kadiknas Jatim: Tidak Ada Paksaan!

20 Januari 2026 - 18:30 WIB

Trending di Ekonomi