Menu

Mode Gelap

Nasional

Sidak ke Pabrik Baja, Purbaya Sebut PT PSM Diduga Gelapkan Pajak Hingga Rp 580 Miliar

badge-check


					Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers, setelah melakukan sidak ke sebuah perusahaan pabri baja investor PT PSM, di Cikupa, Tangerang, Kamis 5 Febrauri 2026. Foto: sinfonews.com Perbesar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers, setelah melakukan sidak ke sebuah perusahaan pabri baja investor PT PSM, di Cikupa, Tangerang, Kamis 5 Febrauri 2026. Foto: sinfonews.com

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

TANGERANG, SWARAJOMBANG.COM– Terjadi dugaaan masalah bidan perpajakan, sehingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Power Steel Mandiri (PSM).

Menteri melakukan sidak perusahaan baja asal China di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis, 5 Februari 2026.

Sidak dilakukan terjadi penggelapan pajak, yang terjadi periode 2016-2019, total mencapai  potensi kerugian dari tiga perusahaan afiliasi diperkirakan sebesar Rp583,36 miliar.

Purbaya tiba sekitar pukul 12.30 WIB dan memeriksa langsung operasional perusahaan.

Perusahaan diduga melaporkan data pajak tidak benar atau tidak lengkap, termasuk penggunaan rekening pribadi karyawan untuk menyembunyikan omzet, penjualan langsung ke klien tanpa pungut PPN, dan manipulasi dokumen penawaran.

Purbaya menegaskan komitmen pemerintah menagih tunggakan pajak dan tekanan pejabat tidak bisa disogok, sebagai bagian upaya pengawasan ketat terhadap pelanggaran perpajakan di sektor industri baja. Sidak juga menyentuh PT PSI di kawasan yang sama.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan bukti awal dugaan penggelapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) oleh PT Power Steel Mandiri (PSM) selama 2016-2019 melalui transaksi penjualan baja langsung ke klien tanpa pencatatan PPN.

Perusahaan diduga melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) tidak benar, menyembunyikan omzet melalui rekening pribadi karyawan atau pemegang saham, serta menggunakan skema cash basis untuk menghindari pungutan PPN.

Potensi kerugian negara dari PT PSM, PT PSI, dan PT VPM mencapai Rp510 miliar, meski angka masih sementara dan akan didalami hingga tingkat pemegang saham.

Sidak mengungkap fasilitas perusahaan tampak kumuh meski produksi besar, memperkuat ancaman penyembunyian aktivitas ekonomi; pemilik PSM tidak ditemui dan melaporkan “kabur”.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan penggelapan pajak de PT Power Steel Mandiri (PSM) melalui praktik kontakt-to-point, yaitu penjualan baja langsung ke klien tanpa pencatatan PPN.

Kilas Ulang

Pada 8 Januari 2026, Purbaya pertama kali menyatakan adanya perusahaan baja asal China yang menjual tunai langsung ke klien untuk menghindari PPN, dengan potensi kerugian negara hingga Rp4 triliun per tahun; rencana sidak diumumkan 19-26 Januari.

Investigasi DJP menemukan 40 perusahaan baja bermasalah, tapi PSM dan afiliasinya jadi prioritas; modusnya termasuk laporan SPT salah, transaksi melalui rekening pribadi, dan palsu jumlah karyawan.

Tanggal 5 Februari 2026, Purbaya sidak PSM di Cikupa, Tangerang, temukan fasilitas kumuh meski produksi besar, konfirmasi kerugian Rp500 miliar lebih dari PSM, PT PSI, dan PT VPM; pemilik PSM melaporkan menghindar. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Indonesia Panen Erupsi: Krakatau dan Semeru Meletus Bareng

6 September 2026 - 19:21 WIB

Demi Keamanan Garuda Libur Sampai Senin

6 September 2026 - 19:05 WIB

Horo Lontarkan Makian: TNI Bajingan! Aksi Blokade Jalur Pasokan Material ke PSN IPIP Kolaka

6 September 2026 - 18:47 WIB

Anak Krakatau Erupsi Semburkan Lava Pijar 15 Km: GetaranTerasa di Jabar, Banten dan Lampung

6 September 2026 - 07:15 WIB

Menelisik Akar Terorisme (53): Kaum Thug Menganut Dewi Kali

6 September 2026 - 07:03 WIB

Yayasan ALIT Selenggarakan Diseminsi 673 Vegetasi dan Pranata Mangsa Tengger

6 September 2026 - 06:52 WIB

Mentan: Naiknya Harga Beras akibat Kecurangan Produsen

4 September 2026 - 19:49 WIB

Karhutla, Ditutup Total Kawasan Wisata Kawah Ijen

4 September 2026 - 19:39 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 21:05 WIB

Trending di Nasional