Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
MALANG, SWARAJOMBANG.COM – Ledakan ketel uap di pabrik tahu Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, sekitar pukul 06.30-07.00 WIB, menewaskan satu pekerja yang terpental akibat tekanan dan panas berlebih dari ketel bertenaga kayu bakar.
Korban, Purnomo (50), warga Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, tewas seketika setelah terlontar beberapa meter. Jenazahnya segera dibawa ke RSUD Saiful Anwar Malang untuk pemeriksaan visum.
Petugas Polres Malang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta menyelidiki dugaan kelalaian yang menyebabkan insiden.
Sebagai penjaga perapian ketel, korban ditemukan tak bernyawa di lokasi. Polisi terus memeriksa penyebab ledakan, sementara saksi mata seperti M Saiful (57) dan Ridwan mengonfirmasi identitas korban yang baru bergabung di pabrik selama tiga bulan terakhir.
Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto menjelaskan, kejadian terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat korban berada di depan tungku ketel berkapasitas 700 liter yang berbahan bakar kayu.
Tim polisi sudah mengamankan lokasi, memeriksa saksi, dan melakukan olah TKP untuk mengungkap akar masalah ledakan yang masih dalam penyelidikan.
Jenazah Purnomo dijadwalkan divisum di RSUD Saiful Anwar Malang guna kelancaran proses hukum.
Saksi M Saiful (57) menceritakan, ledakan menggelegar seperti suara “bleng” tepat lima menit setelah uap mulai terbentuk, dan korban ditemukan meninggal di sekitar ketel.
Kronologi
-
05.30 WIB: Purnomo datang ke pabrik untuk menyalakan api di tungku ketel (kapasitas sekitar 700 liter, pakai kayu bakar).
-
06.30-07.00 WIB: Uap mulai muncul di ketel; korban masih menjaga api di depan tungku, sementara M Saiful (57) masuk untuk menggiling kedelai.
-
Sekitar 5 menit kemudian (~07.05 WIB): Suara ledakan dahsyat (“bleng” mirip bom) akibat dugaan tekanan uap serta suhu ekstrem; ruangan menjadi gelap tertimbun debu.
-
Pasca-ledakan: Saiful menemukan korban terlontar hingga 3 meter, sudah tak bernyawa dekat ketel; jenazah dievakuasi ke RSUD Saiful Anwar untuk visum.
-
Selanjutnya: Polisi lakukan olah TKP, periksa saksi, dan telusuri penyebab (ketel umumnya normal dengan katup pembuangan otomatis). **











